Wahyu pertama yang pertama kali turun kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah perintah untuk ?

Wahyu pertama yang pertama kali turun kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah perintah untuk ?

Jawaban 1 :

membaca

Dijawab Oleh :

Dr. Yohanes Nong Loar, M.Pd

Jawaban 2 :

membaca

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Penjelasan :

Momen Agung di Keheningan Gua Hira

Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad bin Abdullah dikenal sebagai pribadi yang luhur. Beliau sering menyendiri (bertahannuts) di Gua Hira, sebuah gua kecil di Jabal Nur (Gunung Cahaya) yang terletak beberapa kilometer dari Mekkah. Di sanalah beliau merenungkan kondisi kaumnya yang tenggelam dalam penyembahan berhala dan kebodohan.

Pada suatu malam di bulan Ramadan, saat beliau genap berusia 40 tahun, malaikat Jibril Alaihissalam datang dalam wujud aslinya. Jibril mendekap Rasulullah dengan sangat erat seraya menyampaikan firman Allah SWT yang pertama. Peristiwa inilah yang menjadi titik awal turunnya Al-Qur’an dan dimulainya risalah kenabian.

Perintah “Iqra'”: Fondasi Peradaban Islam

Perintah pertama yang diterima oleh Rasulullah adalah “Iqra'” yang berarti “Bacalah!”. Perintah ini diulang sebanyak dua kali dalam wahyu pertama, menunjukkan betapa krusial dan mendasarnya aktivitas membaca dan menuntut ilmu dalam ajaran Islam.

Bukan Sekadar Membaca Teks

Perintah “Iqra'” memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca huruf dan tulisan. Ini adalah perintah untuk “membaca” dalam arti yang seluas-luasnya: membaca ayat-ayat Al-Qur’an (ayat qauliyah) dan membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di alam semesta (ayat kauniyah).

Baca Juga:  Sebutkan hikmah dan manfaat hormat dan patuh kepada orang tua !

Umat Islam diperintahkan untuk mengamati, meneliti, merenungkan, dan memahami segala ciptaan-Nya. Dengan “membaca” alam, seseorang akan sampai pada pengenalan dan keyakinan terhadap Sang Pencipta.

Penegasan Pentingnya Ilmu dalam Islam

Fakta bahwa ayat yang pertama turun kepada rosulullah sholallahu alaihi wasallam adalah perintah untuk membaca merupakan penegasan yang sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, bukan taklid buta atau kebodohan.

Islam mendorong umatnya untuk menjadi cerdas, kritis, dan terus belajar sepanjang hayat. Wahyu pertama ini secara tidak langsung menghapus era kebodohan (Jahiliyah) dan membuka gerbang menuju peradaban yang tercerahkan oleh ilmu dan iman.

Respon Rasulullah: “Aku Tidak Bisa Membaca”

Salah satu aspek menakjubkan dari peristiwa ini adalah jawaban Rasulullah ﷺ kepada Jibril. Ketika diperintahkan “Iqra’!”, beliau menjawab, “Mā ana biqāri'” (Aku tidak bisa membaca). Jawaban ini penting karena menegaskan dua hal:

  1. Status Ummi Rasulullah: Beliau adalah seorang ummi, yaitu tidak bisa membaca dan menulis, yang menghilangkan segala keraguan bahwa Al-Qur’an adalah karangan beliau.
  2. Mukjizat Al-Qur’an: Wahyu tersebut murni berasal dari Allah SWT. Kemampuan beliau untuk menerima, menghafal, dan menyampaikan Al-Qur’an dengan sempurna adalah bukti nyata kenabiannya.

Teks dan Makna Surah Al-Alaq Ayat 1-5

Inilah teks lengkap ayat yang pertama turun kepada rosulullah sholallahu alaihi wasallam, yang dikenal sebagai Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5.

Analisis Ayat 1-2: Membaca dengan Nama Tuhan

  1. ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
    (Iqra’ bismi rabbikalladzī khalaq)
    Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”
  2. خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
    (Khalaqal-insāna min ‘alaq)
    Artinya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Ayat ini memerintahkan agar aktivitas “membaca” atau menuntut ilmu harus selalu didasari dan diawali dengan nama Allah. Ini berarti, ilmu yang dicari haruslah ilmu yang mendekatkan diri kepada-Nya, bukan yang menjauhkan. Penyebutan proses penciptaan manusia dari segumpal darah (‘alaq) mengingatkan manusia akan asal-usulnya yang hina, agar tidak menjadi sombong dengan ilmu yang dimilikinya.

Baca Juga:  Apa fungsi pisau jelaskan ?

Analisis Ayat 3-5: Allah sebagai Sumber Utama Ilmu

  1. ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
    (Iqra’ wa rabbukal-akram)
    Artinya: “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,”
  2. ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
    (‘Alladzī ‘allama bil-qalam)
    Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”
  3. عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
    (‘Allamal-insāna mā lam ya’lam)
    Artinya: “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Peran “Al-Qalam” (Pena)

Penyebutan “pena” (Al-Qalam) dalam wahyu pertama sangatlah signifikan. Pena adalah simbol dari pencatatan, penyebaran, dan pewarisan ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Allah menegaskan bahwa Dialah yang mengajarkan manusia menggunakan alat ini untuk menjaga ilmu tetap abadi.

Manusia Diajarkan Apa yang Tidak Diketahuinya

Ayat terakhir menjadi puncak penegasan. Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh pengetahuan yang dimiliki manusia pada dasarnya adalah anugerah dan ajaran dari Allah SWT. Manusia terlahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa, lalu Allah memberinya potensi dan sarana untuk belajar dan mengetahui.

Signifikansi Wahyu Pertama bagi Umat Manusia

Turunnya perintah “Iqra'” bukan hanya peristiwa penting bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh peradaban manusia. Wahyu ini menjadi titik balik dari budaya lisan menuju budaya literasi yang kuat, mendorong pencatatan ilmu, dan memicu lahirnya para ilmuwan Muslim yang karyanya menjadi rujukan dunia selama berabad-abad.

Memahami bahwa ayat yang pertama turun kepada rosulullah sholallahu alaihi wasallam adalah perintah membaca memberikan kita perspektif yang benar tentang Islam. Agama ini tidak anti-sains, tidak anti-kemajuan, dan tidak anti-kecerdasan. Justru, Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk menjadi yang terdepan dalam mencari dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Kesimpulan

Jadi, wahyu pertama yang pertama kali turun kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah perintah untuk “Membaca” (Iqra’). Perintah ini, yang terkandung dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5, bukan hanya instruksi sederhana, melainkan sebuah deklarasi bahwa jalan risalah Islam dimulai dengan ilmu. Ayat yang pertama turun kepada rosulullah sholallahu alaihi wasallam ini selamanya menjadi pengingat bahwa iman dan ilmu adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban yang mulia dan diridai oleh Allah SWT.

Baca Juga:  Urutan proses pembentukan manusia dalam rahim adalah ?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top