Tuliskan hadits yg menerangkan bahwa manusia tidak boleh membuka aib sesama saudara muslim ?
Jawaban 1 :
Dalam sebuah hadits dikatakan, Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim sewaktu didunia, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” (HR. At-Tirmidzi).
Dijawab Oleh :
Dra. Nilawati, M.Pd
Jawaban 2 :
Dalam sebuah hadits dikatakan, Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim sewaktu didunia, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” (HR. At-Tirmidzi).
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Hadits Pokok Larangan Membuka Aib Sesama Muslim
Salah satu landasan utama dalam ajaran Islam mengenai pentingnya menjaga kehormatan saudara seiman tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini menjadi pegangan fundamental yang menjelaskan ganjaran besar bagi mereka yang menutupi aib saudaranya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“…Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim no. 2699)
Potongan hadits ini merupakan bagian dari hadits yang lebih panjang yang menjelaskan tentang keutamaan membantu sesama muslim. Pesan utamanya sangat jelas: balasan yang diberikan Allah SWT setimpal dengan perbuatan hamba-Nya. Ketika kita memilih untuk menjaga rahasia dan kehormatan orang lain, Allah berjanji akan melakukan hal yang sama untuk kita, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak.
Ancaman Keras Bagi Penyebar Aib
Sebaliknya, Islam juga memberikan peringatan yang sangat tegas bagi siapa saja yang memiliki kebiasaan mencari-cari kesalahan dan menyebarkan aib orang lain. Perbuatan ini tidak dianggap sepele, melainkan sebuah dosa besar yang dapat mendatangkan murka Allah SWT.
Allah Akan Membuka Aibnya
Salah satu ancaman paling menakutkan bagi penyebar aib adalah balasan langsung dari Allah SWT. Jika seseorang sibuk menguliti kekurangan saudaranya, maka Allah sendiri yang akan membongkar aib orang tersebut, bahkan jika ia berusaha menyembunyikannya di tempat paling pribadi sekalipun.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya tapi iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengumpat orang-orang muslim dan janganlah mencari-cari aib mereka. Sebab, barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, maka Allah akan membuka aibnya. Dan barangsiapa yang aibnya dibuka oleh Allah, maka Dia akan membuka aibnya itu meskipun ia berada di dalam rumahnya.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
Merusak Ukhuwah Islamiyah
Menyebarkan aib ibarat menyebar racun dalam tubuh komunitas. Hal ini akan menimbulkan rasa saling curiga, merusak kepercayaan, dan memicu kebencian antar sesama muslim. Persaudaraan (ukhuwah) yang seharusnya menjadi pilar kekuatan umat Islam akan rapuh dan mudah hancur.
Menimbulkan Fitnah dan Prasangka Buruk
Aib yang disebarkan seringkali menjadi bola salju yang membesar. Informasi yang awalnya mungkin benar bisa bertambah dengan bumbu-bumbu kebohongan, sehingga berubah menjadi fitnah yang kejam. Hal ini juga memancing orang lain untuk berprasangka buruk (su’udzon) terhadap saudaranya, sebuah perbuatan yang sangat dicela dalam Al-Qur’an.
Keutamaan Agung Menutupi Aib Saudara Muslim
Di balik larangan keras menyebarkan aib, tersimpan janji dan keutamaan yang luar biasa bagi mereka yang mampu menahan lisannya dan memilih untuk menutupi kekurangan saudaranya. Inilah motivasi positif yang diajarkan dalam Islam.
Aibnya Akan Ditutupi oleh Allah SWT
Seperti yang telah disebutkan dalam hadits utama, ganjaran paling besar adalah perlindungan langsung dari Allah. Ini adalah sebuah jaminan bahwa Allah akan menjaga kehormatan kita sebagai balasan atas usaha kita menjaga kehormatan orang lain. Pahala ini membuktikan betapa mulianya amalan tersebut di sisi Allah.
Makna ‘Aibnya Ditutupi Allah’ Lebih Dalam
Janji Allah untuk menutupi aib seorang hamba memiliki makna yang sangat luas dan mencakup kehidupan di dunia serta di akhirat.
Perlindungan di Dunia
Di dunia, Allah akan menjaganya dari terbukanya kesalahan-kesalahan yang bisa membuatnya malu atau terhina di hadapan manusia. Allah akan menjaga reputasinya, memudahkan urusannya, dan melindunginya dari kehinaan akibat dosa-dosa yang mungkin pernah ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.
Keselamatan di Akhirat
Inilah puncak dari keutamaan menutupi aib. Di Hari Kiamat, saat semua amalan dibentangkan dan tidak ada lagi yang tersembunyi, Allah akan menutupi aib hamba tersebut. Ia tidak akan dipermalukan di hadapan seluruh makhluk atas dosa-dosa yang pernah ia lakukan di dunia. Ini adalah bentuk rahmat dan kasih sayang Allah yang tak ternilai harganya.
Cara Mengamalkan Hadits Tentang Menutupi Aib Orang Lain
Mengetahui dalil saja tidak cukup. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengamalkan ajaran mulia ini dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
- Menahan Lisan dari Bergosip (Ghibah): Langkah pertama dan paling utama adalah mengunci mulut kita dari membicarakan keburukan orang lain. Saat ada godaan untuk memulai atau menimpali sebuah gosip, segera sadari dan alihkan pembicaraan.
- Berbaik Sangka (Husnudzon): Latihlah hati untuk selalu berprasangka baik. Ketika mendengar atau melihat sesuatu yang tampak buruk dari saudara kita, carilah seribu alasan baik untuknya sebelum menghakiminya.
- Memberi Nasihat Secara Pribadi: Jika kita melihat saudara kita melakukan kesalahan, kewajiban kita adalah menasihatinya. Namun, lakukanlah secara sembunyi-sembunyi, berdua saja, dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang, bukan dengan mempermalukannya di depan umum.
- Fokus pada Aib Diri Sendiri: Ingatlah bahwa kita juga manusia yang penuh dengan dosa dan aib. Sibukkan diri untuk memperbaiki diri sendiri, sehingga kita tidak punya waktu dan energi untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
Kesimpulan
Ajaran Islam mengenai larangan membuka aib sesama muslim adalah cerminan dari betapa agungnya nilai persaudaraan dan kehormatan dalam agama ini. Berbagai hadits tentang menutupi aib orang lain tidak hanya memberikan ancaman bagi pelanggarnya, tetapi juga menawarkan ganjaran yang luar biasa, yaitu perlindungan dari Allah di dunia dan akhirat.
Dengan menahan lisan, berbaik sangka, menasihati secara bijak, dan fokus pada introspeksi diri, kita tidak hanya menyelamatkan diri dari dosa besar, tetapi juga turut serta membangun masyarakat yang sehat, kuat, dan penuh kasih sayang. Semoga Allah SWT senantiasa membantu kita untuk menjadi pribadi yang mampu menjaga aib saudara kita, sehingga Allah pun berkenan menjaga aib kita.
