Sebutkan dan jelaskan ciri ciri air bersih ?

Sebutkan dan jelaskan ciri ciri air bersih ?

Jawaban 1 :

Air bersih adalah air yang biasa digunakan untuk diminum dan memasak. Syarat air yang layak kita gunakan sebagai air minum dan untuk memasak yaitu harus jernih, tidak berasa, dan tidak berbau. Ada tiga komponen yang menjadi standar air disebut air bersih.

Dijawab Oleh :

Aryani, S.Pd

Jawaban 2 :

Air bersih adalah air yang biasa digunakan untuk diminum dan memasak. Syarat air yang layak kita gunakan sebagai air minum dan untuk memasak yaitu harus jernih, tidak berasa, dan tidak berbau. Ada tiga komponen yang menjadi standar air disebut air bersih.

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Penjelasan :

Memahami Tiga Pilar Kualitas Air Bersih

Secara fundamental, ciri ciri air bersih adalah kombinasi dari tiga aspek utama yang telah ditetapkan oleh standar kesehatan nasional maupun internasional. Ketiga pilar ini saling melengkapi untuk memastikan air benar-benar aman bagi manusia. Jika salah satu pilar tidak terpenuhi, maka kualitas air tersebut patut dipertanyakan.

Ketiga pilar tersebut adalah:

  1. Ciri Fisik: Karakteristik yang dapat diamati langsung oleh panca indra manusia, seperti penglihatan, penciuman, dan perasa.
  2. Ciri Kimiawi: Kandungan zat-zat kimia terlarut di dalam air, baik yang bersifat alami maupun akibat kontaminasi.
  3. Ciri Mikrobiologis: Kehadiran atau ketiadaan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, atau protozoa.
Baca Juga:  Filosofi pendidikan menurut ki hajar dewantara adalah ?

Ciri-Ciri Fisik: Penilaian Awal yang Paling Mudah

Ciri fisik merupakan garda terdepan dalam menilai kualitas air. Meskipun tidak bisa menjamin 100% keamanannya, penilaian ini sangat penting sebagai indikator awal adanya masalah pada sumber air Anda.

Tidak Berwarna atau Jernih

Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah kejernihan air. Air bersih seharusnya tidak berwarna sama sekali. Ia harus tampak transparan dan bening, sehingga Anda dapat melihat dasar wadah dengan jelas.

Jika air terlihat keruh, kekuningan, atau kecoklatan, ini adalah tanda adanya partikel tersuspensi. Partikel ini bisa berupa lumpur, tanah liat, atau zat organik lainnya yang terbawa dari sumber air. Kekeruhan tidak hanya merusak penampilan, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi mikroorganisme berbahaya untuk berlindung dari proses desinfeksi.

Tidak Berbau

Coba cium aroma air dari jarak dekat. Air yang bersih dan murni seharusnya tidak memiliki bau apapun. Adanya bau yang aneh sering kali menjadi pertanda kuat adanya kontaminasi yang tidak diinginkan.

Beberapa bau yang umum ditemukan pada air yang terkontaminasi antara lain:

  • Bau Klorin/Kaporit: Menandakan adanya sisa desinfektan. Dalam kadar rendah masih aman, tetapi jika terlalu menyengat, bisa jadi proses pengolahan kurang optimal.
  • Bau Busuk (seperti telur busuk): Biasanya disebabkan oleh gas hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri.
  • Bau Amis atau Apek: Mengindikasikan keberadaan lumut, alga, atau dekomposisi bahan organik.

Tidak Berasa

Air bersih memiliki rasa yang netral dan tawar. Seharusnya tidak ada rasa tambahan yang tertinggal di lidah setelah meminumnya. Perlu diingat, langkah ini hanya boleh dilakukan jika Anda cukup yakin air tersebut aman. Jangan pernah mencicipi air yang sudah jelas terlihat keruh atau berbau aneh.

Baca Juga:  Jelaskan manfaat menjaga kelestarian terumbu karang ?

Rasa aneh pada air dapat menunjukkan adanya zat terlarut. Rasa pahit atau metalik bisa menandakan adanya kandungan logam berat seperti besi atau mangan dalam konsentrasi tinggi. Sementara itu, rasa asin jelas menunjukkan tingginya kadar garam.

Parameter Kimiawi: Lebih dari yang Terlihat Mata

Meskipun air tampak jernih, tidak berbau, dan tidak berasa, ia belum tentu aman. Banyak kontaminan berbahaya yang tidak dapat dideteksi oleh panca indra. Di sinilah parameter kimiawi berperan. Memahami ciri ciri air bersih adalah juga berarti mengetahui batasan kimia yang aman.

Tingkat Keasaman (pH) yang Netral

Tingkat keasaman atau pH adalah ukuran seberapa asam atau basa suatu larutan. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. Air bersih yang ideal memiliki pH netral, yaitu sekitar 7. Menurut standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI, rentang pH yang dianjurkan untuk air minum adalah antara 6,5 hingga 8,5.

Air dengan pH terlalu rendah (asam) bersifat korosif dan dapat melarutkan logam berat dari pipa. Sebaliknya, air dengan pH terlalu tinggi (basa) dapat menyebabkan pengendapan kerak pada peralatan dan terasa tidak enak.

Bebas dari Kontaminan Kimia Berbahaya

Air bersih harus memiliki kadar kontaminan kimia di bawah ambang batas aman yang telah ditetapkan. Kontaminan ini bisa berasal dari alam, limbah industri, hingga aktivitas pertanian.

Logam Berat

Logam berat adalah salah satu ancaman kimia paling serius dalam air. Zat-zat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan arsenik (As) bersifat sangat beracun bahkan dalam konsentrasi yang sangat kecil. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan organ, gangguan saraf, hingga kanker.

Pestisida dan Limbah Industri

Residu dari pestisida pertanian atau limbah pabrik dapat meresap ke dalam sumber air tanah maupun permukaan. Zat-zat kimia organik ini sering kali tidak terlihat dan tidak berbau, namun memiliki dampak kesehatan jangka panjang yang berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh.

Baca Juga:  Balasan orang yang beramal baik di akhirat adalah ?

Aspek Mikrobiologis: Musuh Tak Kasat Mata

Inilah aspek paling krusial yang menentukan apakah air aman untuk diminum. Kontaminasi mikrobiologis adalah penyebab utama penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne diseases) seperti diare, tifus, kolera, dan disentri. Oleh karena itu, ciri ciri air bersih adalah mutlak bebas dari mikroorganisme patogen.

Air yang akan dikonsumsi harus bebas dari bakteri, virus, dan protozoa yang dapat membahayakan kesehatan. Indikator utama yang sering digunakan untuk menguji kontaminasi ini adalah keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli). Kehadiran bakteri ini menandakan bahwa air telah terkontaminasi oleh tinja manusia atau hewan, yang berarti kemungkinan besar juga mengandung mikroba patogen lainnya.

Proses pengolahan air seperti perebusan hingga mendidih, klorinasi, atau penggunaan filter UV bertujuan untuk membunuh dan menonaktifkan musuh-musuh tak kasat mata ini.

Kesimpulan

Pada intinya, ciri ciri air bersih adalah sebuah panduan komprehensif yang mencakup aspek fisik, kimiawi, dan mikrobiologis. Air yang aman tidak hanya jernih, tidak berbau, dan tidak berasa, tetapi juga memiliki pH netral, terbebas dari logam berat dan kontaminan kimia, serta nihil dari mikroorganisme patogen seperti bakteri E. coli.

Mengenali karakteristik ini bukan sekadar pengetahuan umum, melainkan sebuah keterampilan esensial untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari berbagai risiko kesehatan. Selalu pastikan sumber air Anda memenuhi semua kriteria tersebut, dan jangan ragu untuk melakukan pengujian laboratorium jika Anda memiliki keraguan terhadap kualitasnya. Karena air yang bersih adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top