Sebutkan 3 amalan yang di sukai oleh allah swt menurut HR bukhori dan muslim !
Jawaban 1 :
Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)
Dijawab Oleh :
Sugiamma, M.Pd
Jawaban 2 :
Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)
Dijawab Oleh :
Susi Ferawati, S.Pd
Penjelasan :
Memahami Hadits 3 Amalan yang Paling Dicintai Allah
Sumber utama dari pembahasan ini adalah sebuah hadits agung yang diriwayatkan oleh dua imam besar, Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadits ini berasal dari sahabat mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Beliau berkata:
Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena disepakati kesahihannya (muttafaqun ‘alaih). Ini bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah penegasan tentang skala prioritas dalam beribadah. Jawaban Rasulullah SAW menunjukkan tiga pilar utama yang menjadi fondasi bagi seorang hamba untuk meraih ridha dan cinta Rabb-nya.
Menyelami Makna 3 Amalan Agung
Untuk dapat mengamalkannya dengan penuh kesadaran, penting bagi kita untuk memahami makna mendalam di balik setiap amalan yang disebutkan dalam hadits 3 amalan yang paling dicintai Allah ini.
Shalat Tepat Waktu: Tiang Agama dan Komunikasi Langsung
Amalan pertama yang disebut adalah shalat tepat pada waktunya. Bukan sekadar “shalat”, tetapi ada penekanan khusus pada ketepatan waktu. Ini menandakan betapa pentingnya kedisiplinan dan kesegeraan dalam memenuhi panggilan Allah.
Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Melaksanakannya di awal waktu menunjukkan bahwa Allah adalah prioritas utama dalam hidup kita. Kita rela menghentikan segala kesibukan duniawi—pekerjaan, rapat, atau hiburan—demi menghadap Sang Pencipta. Ini adalah bentuk pengagungan dan bukti cinta yang paling nyata.
Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain): Pintu Surga di Dunia
Setelah menunaikan hak Allah, amalan kedua yang paling dicintai adalah menunaikan hak manusia terdekat: orang tua. Birrul Walidain atau berbakti kepada orang tua adalah amalan yang sangat mulia. Allah SWT seringkali menyandingkan perintah untuk menyembah-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua dalam Al-Qur’an.
Bakti ini mencakup segala hal, mulai dari menaati perintah mereka (selama tidak bertentangan dengan syariat), berbicara dengan lemah lembut, merawat mereka di usia senja, hingga mendoakan mereka baik saat masih hidup maupun setelah wafat. Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka-Nya terletak pada murka mereka.
Jihad di Jalan Allah (Jihad fi Sabilillah): Pengorbanan Tertinggi
Amalan ketiga adalah jihad di jalan Allah. Makna jihad sangatlah luas dan tidak terbatas pada pertempuran fisik semata. Jihad secara bahasa berarti “bersungguh-sungguh” atau “mengerahkan segenap kemampuan”.
Jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu (jihad an-nafs). Selain itu, jihad juga bisa berupa:
- Jihad dengan ilmu: Menuntut ilmu agama dan menyebarkannya.
- Jihad dengan lisan: Menyampaikan kebenaran dan melakukan dakwah.
- Jihad dengan harta: Menginfakkan sebagian rezeki untuk kepentingan Islam.
- Jihad dengan fisik: Membela agama dan umat Muslim ketika terancam.
Inti dari jihad adalah pengorbanan—mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa demi meninggikan kalimat Allah.
Urutan Amalan: Pelajaran tentang Prioritas
Urutan yang disebutkan Rasulullah SAW bukanlah tanpa makna. Ini memberikan pelajaran berharga tentang prioritas dalam kehidupan seorang Muslim.
Fondasi Utama: Hubungan dengan Allah (Hablum Minallah)
Shalat ditempatkan di urutan pertama. Ini adalah fondasi dari segalanya. Sebelum membangun hubungan baik dengan makhluk, seorang hamba harus terlebih dahulu membangun dan menjaga hubungan vertikalnya dengan Sang Khaliq. Shalat adalah wujud dari Hablum Minallah yang paling esensial.
Lingkaran Terdekat: Hubungan dengan Manusia (Hablum Minannas)
Setelah hubungan dengan Allah kokoh, prioritas selanjutnya adalah hubungan dengan sesama manusia, atau Hablum Minannas. Dan lingkaran pertama dalam hubungan ini adalah keluarga inti, yaitu orang tua.
Cerminan Akhlak Sejati
Bagaimana seseorang memperlakukan orang tuanya adalah cerminan sejati dari iman dan akhlaknya. Seseorang tidak bisa disebut baik agamanya jika ia durhaka kepada sosok yang menjadi perantara keberadaannya di dunia.
Membangun dari Dalam
Islam mengajarkan kita untuk membangun kebaikan dari lingkup terkecil. Dengan berbakti kepada orang tua, kita belajar tentang kasih sayang, pengorbanan, dan rasa terima kasih yang menjadi dasar untuk berinteraksi dengan masyarakat luas.
Praktik Nyata dalam Kehidupan Modern
Mengamalkan hadits 3 amalan yang paling dicintai Allah ini sangat relevan di zaman sekarang. Berikut adalah beberapa cara praktis untuk menerapkannya:
- Menjaga Shalat Awal Waktu:
- Pasang alarm azan di ponsel Anda.
- Segera berwudhu begitu mendengar panggilan shalat.
- Jadikan shalat sebagai “jeda istirahat” dari pekerjaan, bukan “beban” yang harus ditunda.
- Meningkatkan Bakti kepada Orang Tua:
- Jika tinggal bersama, bantu pekerjaan rumah tanpa diminta.
- Jika tinggal jauh, luangkan waktu untuk menelepon setiap hari, sekadar menanyakan kabar.
- Kirimkan sebagian rezeki Anda secara rutin untuk membahagiakan mereka.
- Selalu doakan mereka di setiap sujud Anda.
- Berjihad di Era Digital:
- Gunakan media sosial untuk menyebarkan konten positif dan dakwah yang menyejukkan.
- Perangi hoaks dan fitnah yang merusak citra Islam.
- Donasikan sebagian harta melalui platform online terpercaya untuk membantu perjuangan umat Muslim.
- Berjihadlah melawan rasa malas untuk belajar agama lebih dalam.
Kesimpulan
Hadits 3 amalan yang paling dicintai Allah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim memberikan panduan yang sangat jelas dan praktis. Tiga amalan tersebut— Shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah—merupakan paket lengkap yang mencakup hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dengan keluarga terdekatnya, dan dengan agamanya secara lebih luas. Dengan menjadikan ketiganya sebagai prioritas utama, kita tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga sedang meniti jalan termudah dan tercepat untuk meraih cinta dari Allah SWT, sebuah anugerah yang tak ternilai harganya.
