Sebutkan 10 tata tertib sekolah !
Jawaban 1 :
Sepuluh contoh tata tertib sekolah:
Datang tepat waktu.
Memakai seragam lengkap sesuai jadwal.
Meminta izin jika akan meninggalkan kelas.
Mengumpulkan tugas tepat waktu.
Hormat terhadap guru.
Tidak bertengkar dengan teman.
Tidak membuang sampah sembarangan.
Tidak mencoret-coret fasilitas sekolah sembarangan.
Tidak menyontek saat ujian.
Tidak merokok di lingkungan sekolah.
Dijawab Oleh :
Aryani, S.Pd
Jawaban 2 :
Sepuluh contoh tata tertib sekolah:
Datang tepat waktu.
Memakai seragam lengkap sesuai jadwal.
Meminta izin jika akan meninggalkan kelas.
Mengumpulkan tugas tepat waktu.
Hormat terhadap guru.
Tidak bertengkar dengan teman.
Tidak membuang sampah sembarangan.
Tidak mencoret-coret fasilitas sekolah sembarangan.
Tidak menyontek saat ujian.
Tidak merokok di lingkungan sekolah.
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Mengapa Tata Tertib Sekolah Itu Penting?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami mengapa setiap sekolah perlu memiliki tata tertib. Aturan dibuat bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk memberikan struktur yang jelas. Tanpa adanya tata tertib, suasana belajar bisa menjadi kacau dan tidak efektif.
Fungsi utama dari tata tertib adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf lainnya. Selain itu, aturan ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi. Dengan terbiasa mengikuti aturan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi individu yang menghargai norma dan hukum di masyarakat.
Simak! Inilah 10 Tata Tertib Sekolah yang Wajib Ditaati
Meskipun setiap sekolah mungkin memiliki variasi dalam peraturannya, ada beberapa aturan universal yang hampir selalu ditemukan. Berikut adalah 10 contoh tata tertib sekolah yang paling umum dan fundamental.
5 Tata Tertib di Sekolah yang Paling Mendasar
Kelima aturan pertama ini sering dianggap sebagai fondasi dari semua peraturan lainnya. Jika seorang siswa dapat mematuhi 5 tata tertib di sekolah ini, ia cenderung lebih mudah beradaptasi dengan aturan-aturan lainnya.
- Datang Tepat Waktu
Kedisiplinan waktu adalah cerminan dari penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Datang ke sekolah tepat waktu memastikan siswa tidak ketinggalan pelajaran dan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sudah dimulai. - Mengenakan Seragam Sesuai Ketentuan
Seragam sekolah adalah simbol kesetaraan. Aturan ini dibuat untuk menghilangkan kesenjangan sosial dan menumbuhkan rasa persatuan di antara siswa. Mengenakan seragam yang rapi dan lengkap juga mencerminkan identitas dan kebanggaan terhadap sekolah. - Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Sekolah
Tanggung jawab menjaga kebersihan bukan hanya milik petugas kebersihan, tetapi seluruh warga sekolah. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak fasilitas adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan belajar bersama. - Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan Tertib
Fokus utama berada di sekolah adalah belajar. Oleh karena itu, siswa wajib mengikuti KBM dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru, dan tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu konsentrasi teman sekelas. - Menghormati Guru, Staf, dan Sesama Siswa
Sikap saling menghormati adalah kunci dari lingkungan yang harmonis. Ini mencakup penggunaan bahasa yang sopan, mendengarkan saat orang lain berbicara, dan tidak melakukan perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun. Mempraktikkan 5 tata tertib di sekolah ini adalah langkah awal menjadi pelajar yang baik.
Aturan Tambahan untuk Lingkungan Belajar yang Kondusif
Selain lima pilar utama di atas, ada beberapa aturan lain yang tidak kalah penting untuk ditegakkan demi menjaga kelancaran aktivitas di sekolah.
- Dilarang Membawa Benda Tajam dan Barang Terlarang Lainnya
Aturan ini dibuat demi keamanan bersama. Benda-benda seperti senjata tajam, rokok, atau barang lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar dilarang keras untuk dibawa ke lingkungan sekolah. - Menggunakan Fasilitas Sekolah dengan Bertanggung Jawab
Perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan toilet adalah fasilitas bersama. Setiap siswa memiliki kewajiban untuk menggunakannya sesuai fungsi dan menjaganya agar tidak rusak sehingga dapat terus dimanfaatkan oleh semua.
Menjaga Nama Baik Sekolah dan Diri Sendiri
Tata tertib tidak hanya berlaku di dalam gerbang sekolah, tetapi juga bagaimana siswa membawa diri di luar sekolah.
- Dilarang Merokok, Minum Minuman Keras, dan Menggunakan Narkoba
Perilaku ini tidak hanya merusak kesehatan diri sendiri tetapi juga mencoreng nama baik sekolah. Sekolah memiliki kebijakan nol toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya. - Menjaga Sopan Santun dalam Bergaul
Etika pergaulan yang baik, seperti tidak berkata kasar, tidak berkelahi, dan saling tolong-menolong, wajib diterapkan. Ini membantu menciptakan iklim pertemanan yang sehat dan suportif. - Tidak Mencoret-coret Dinding atau Merusak Properti Sekolah (Vandalisme)
Vandalisme adalah tindakan yang merugikan banyak pihak. Menjaga keindahan dan keutuhan properti sekolah adalah cerminan dari karakter siswa yang beradab dan bertanggung jawab.
Konsekuensi Melanggar Tata Tertib Sekolah
Setiap aturan pasti memiliki konsekuensi jika dilanggar. Sanksi yang diberikan sekolah bertujuan untuk memberikan efek jera dan mendidik siswa agar tidak mengulangi kesalahannya.
Jenis-jenis Sanksi yang Diberikan
Bentuk sanksi biasanya bersifat bertingkat, disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Beberapa contoh sanksi umum antara lain:
- Teguran lisan: Untuk pelanggaran ringan.
- Peringatan tertulis: Diberikan jika teguran lisan tidak dihiraukan.
- Tugas tambahan: Sanksi yang bersifat edukatif.
- Pemanggilan orang tua: Melibatkan orang tua untuk bekerja sama dalam membina siswa.
- Skorsing (dikeluarkan sementara): Untuk pelanggaran berat.
Tujuan Pemberian Sanksi
Penting untuk dipahami bahwa sanksi bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah pendidikan karakter.
Sanksi Bersifat Mendidik
Hukuman yang diberikan seharusnya tidak bersifat fisik atau merendahkan martabat siswa. Sebaliknya, sanksi harus diarahkan untuk membuat siswa menyadari kesalahannya dan belajar dari hal tersebut.
Bukan Sekadar Hukuman
Pemberian sanksi adalah kesempatan bagi guru dan sekolah untuk melakukan pendekatan personal, memahami akar masalah siswa, dan memberikan bimbingan yang tepat agar pelanggaran tidak terulang kembali.
Manfaat Jangka Panjang Mematuhi Tata Tertib
Membiasakan diri mematuhi tata tertib sekolah membawa banyak manfaat positif yang akan terasa hingga dewasa. Siswa belajar tentang manajemen waktu, tanggung jawab, rasa hormat terhadap otoritas, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah sistem. Keterampilan ini sangat berharga dan menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat kelak.
Kesimpulan
Tata tertib sekolah adalah seperangkat aturan yang dirancang untuk membentuk lingkungan pendidikan yang ideal. Dengan memahami dan menaati 10 tata tertib yang telah dibahas, terutama pilar utamanya seperti 5 tata tertib di sekolah yang paling mendasar, siswa tidak hanya berkontribusi pada terciptanya suasana belajar yang baik, tetapi juga sedang berinvestasi pada pembentukan karakter dan masa depan mereka sendiri. Pada akhirnya, disiplin yang ditanamkan di bangku sekolah akan menjadi fondasi kokoh untuk meraih kesuksesan.
