Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah ?
Jawaban 1 :
kktp merupakan standar yang di tetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran
Dijawab Oleh :
Dra. Nilawati, M.Pd
Jawaban 2 :
kktp merupakan standar yang di tetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Memahami Esensi KKTP: Lebih dari Sekadar Angka
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk membedakan KKTP dengan pendahulunya, KKM. Jika KKM sering kali direpresentasikan oleh sebuah angka tunggal (misalnya, 75), maka KKTP memiliki pendekatan yang sangat berbeda. KKTP tidak lagi berfokus pada standar nilai minimal yang harus dicapai oleh semua siswa secara seragam.
Sebaliknya, KKTP adalah serangkaian kriteria atau indikator yang menunjukkan sejauh mana seorang siswa telah mencapai suatu tujuan pembelajaran. Ini adalah alat bantu bagi guru untuk merefleksikan proses pembelajaran dan memberikan umpan balik yang lebih bermakna. Jadi, KKTP lebih bersifat deskriptif dan kualitatif, bukan kuantitatif semata.
Pernyataan yang Benar Mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Adalah…
Untuk menjawab pertanyaan inti, kita perlu membedahnya menjadi beberapa karakteristik utama. Pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah yang mencakup prinsip-prinsip berikut.
Bersifat Kualitatif dan Deskriptif
Salah satu penyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia berfokus pada deskripsi kualitas, bukan sekadar kuantitas. Alih-alih mengatakan “siswa mencapai nilai 80”, KKTP yang efektif akan mendeskripsikan apa yang bisa dilakukan siswa tersebut.
Contohnya, untuk tujuan pembelajaran “Siswa mampu menganalisis penyebab utama Perang Diponegoro”, kriterianya bisa berupa:
- Mampu mengidentifikasi minimal tiga faktor kunci (politik, ekonomi, sosial) yang memicu perang.
- Mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat antara kebijakan Belanda dengan perlawanan Pangeran Diponegoro.
- Mampu menyajikan analisis dalam bentuk tulisan singkat dengan argumentasi yang logis.
Deskripsi ini jauh lebih informatif bagi siswa, orang tua, dan guru itu sendiri dibandingkan hanya sebuah angka.
Menjadi Alat Refleksi, Bukan Sekadar Penilaian Akhir
KKTP berfungsi sebagai cermin bagi proses pembelajaran. Bagi guru, KKTP membantu mengidentifikasi bagian mana dari materi yang mungkin sulit dipahami siswa dan memerlukan pendekatan pengajaran yang berbeda. Guru dapat bertanya, “Mengapa sebagian besar siswa belum mampu memenuhi kriteria kedua?”
Bagi siswa, KKTP memberikan kejelasan tentang apa yang diharapkan dari mereka. Mereka tahu persis apa yang perlu dipelajari dan dikuasai, menjadikan proses belajar lebih terarah. Ini mengubah paradigma penilaian dari sekadar “penghakiman” (sumatif) menjadi alat untuk perbaikan (formatif).
Fleksibel dan Disesuaikan dengan Konteks
Tidak ada satu format KKTP yang baku dan wajib diikuti oleh semua sekolah. Penyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia memberikan otonomi kepada satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkannya sesuai dengan:
- Karakteristik siswa: Kemampuan awal, gaya belajar, dan kebutuhan individu.
- Kondisi sekolah: Visi, misi, dan sumber daya yang tersedia.
- Kompleksitas tujuan pembelajaran: Beberapa tujuan mungkin memerlukan kriteria yang lebih sederhana, sementara yang lain butuh rubrik yang lebih detail.
Fleksibilitas ini adalah salah satu kekuatan utama Kurikulum Merdeka, yang mendorong pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual.
Bagaimana Cara Menyusun KKTP yang Efektif?
Setelah memahami konsepnya, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menyusunnya. Guru dapat menggunakan beberapa pendekatan dalam merumuskan KKTP.
Pendekatan Menggunakan Deskripsi Kriteria
Pendekatan ini adalah yang paling sederhana dan langsung. Guru cukup menuliskan poin-poin deskriptif yang menunjukkan bahwa suatu tujuan pembelajaran telah tercapai. Seperti pada contoh analisis Perang Diponegoro di atas, pendekatan ini sangat efektif untuk memberikan umpan balik yang cepat dan jelas.
Kuncinya adalah menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur (seperti mengidentifikasi, menjelaskan, menyajikan, membandingkan) untuk memastikan kriteria tersebut objektif.
Pendekatan Menggunakan Rubrik
Rubrik adalah alat penilaian yang lebih komprehensif. Pendekatan ini memetakan kemajuan belajar siswa dalam beberapa tingkatan, dari yang baru berkembang hingga yang sudah mahir. Ini sangat berguna untuk melihat spektrum kemampuan siswa dalam satu kelas.
Komponen Utama Rubrik
Sebuah rubrik yang baik umumnya terdiri dari tiga komponen utama:
- Kriteria: Aspek-aspek spesifik yang dinilai dari suatu tugas atau kompetensi.
- Level Kinerja: Tingkatan penguasaan, misalnya: “Baru Berkembang”, “Layak”, “Cakap”, dan “Mahir”.
- Deskriptor: Penjelasan detail untuk setiap level kinerja pada masing-masing kriteria. Deskriptor inilah yang menjadi jantung dari rubrik.
Keunggulan Menggunakan Rubrik
Penggunaan rubrik memberikan beberapa keuntungan signifikan. Bagi guru, rubrik membantu proses penilaian menjadi lebih objektif dan konsisten. Bagi siswa, rubrik memberikan peta jalan yang sangat jelas tentang bagaimana cara mencapai tingkat penguasaan tertinggi.
Menghindari Kesalahan Umum dalam Implementasi KKTP
Dalam transisi dari KKM ke KKTP, beberapa kesalahan umum sering terjadi. Memahaminya akan membantu Anda menerapkan KKTP dengan lebih baik.
- Menjadikan KKTP sebagai KKM Baru: Kesalahan paling fatal adalah membuat deskripsi kualitatif lalu mengubahnya kembali menjadi angka tunggal dan menggunakannya sebagai syarat kenaikan kelas. Ini mengkhianati esensi KKTP sebagai alat refleksi.
- Terlalu Rumit: Membuat rubrik dengan terlalu banyak kriteria atau deskriptor yang terlalu panjang dapat membuatnya tidak praktis untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
- Tidak Melibatkan Siswa: KKTP akan lebih bermakna jika siswa dilibatkan dalam memahaminya sejak awal. Jelaskan kriteria atau rubrik sebelum tugas diberikan agar mereka tahu target yang harus dicapai.
- Tidak Digunakan untuk Umpan Balik: Data dari KKTP tidak akan berguna jika tidak ditindaklanjuti dengan umpan balik konstruktif kepada siswa dan penyesuaian strategi mengajar oleh guru.
Kesimpulan
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: “Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah ?”. Jawabannya tidak tunggal, melainkan sebuah kesatuan konsep. Pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia merupakan instrumen asesmen yang kualitatif, deskriptif, fleksibel, dan berpusat pada proses pembelajaran.
Tujuan utamanya bukan untuk melabeli siswa dengan “tuntas” atau “tidak tuntas”, melainkan untuk menjadi kompas yang memandu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih baik dan membantu siswa dalam memahami perjalanan belajar mereka sendiri. Dengan pemahaman ini, implementasi KKTP dapat secara nyata meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan semangat Merdeka Belajar.
