Mengapa efef burik dan bikin sakit mata​ ?

Mengapa efef burik dan bikin sakit mata​ ?

Jawaban 1 :

Ada beberapa alasan mengapa grafik game Free Fire dianggap kurang baik oleh beberapa orang:

Ukuran file yang kecil: Free Fire dirancang untuk dapat dimainkan pada sejumlah perangkat, termasuk ponsel dengan spesifikasi rendah. Oleh karena itu, ukuran file game ini relatif kecil dibandingkan dengan game lain yang memiliki grafik yang lebih baik.
Fokus pada gameplay: Free Fire memilih untuk fokus pada gameplay dan pengalaman bermain yang menyenangkan daripada grafik yang sangat realistis. Karena itu, beberapa elemen grafis seperti pencahayaan dan tekstur mungkin tidak sehalus game lain yang lebih berfokus pada grafik.
Penyesuaian grafis: Free Fire memungkinkan pemain untuk menyesuaikan pengaturan grafis game, termasuk resolusi dan kualitas grafik, untuk menyesuaikan dengan perangkat mereka. Jika pengaturan grafis diatur rendah, grafik game akan terlihat lebih kasar.
Namun, meskipun grafik game Free Fire dianggap kurang baik oleh beberapa orang, game ini masih menjadi salah satu game mobile paling populer di dunia karena gameplay yang menyenangkan dan mudah dimainkan.

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Jawaban 2 :

Ada beberapa alasan mengapa grafik game Free Fire dianggap kurang baik oleh beberapa orang:

Ukuran file yang kecil: Free Fire dirancang untuk dapat dimainkan pada sejumlah perangkat, termasuk ponsel dengan spesifikasi rendah. Oleh karena itu, ukuran file game ini relatif kecil dibandingkan dengan game lain yang memiliki grafik yang lebih baik.
Fokus pada gameplay: Free Fire memilih untuk fokus pada gameplay dan pengalaman bermain yang menyenangkan daripada grafik yang sangat realistis. Karena itu, beberapa elemen grafis seperti pencahayaan dan tekstur mungkin tidak sehalus game lain yang lebih berfokus pada grafik.
Penyesuaian grafis: Free Fire memungkinkan pemain untuk menyesuaikan pengaturan grafis game, termasuk resolusi dan kualitas grafik, untuk menyesuaikan dengan perangkat mereka. Jika pengaturan grafis diatur rendah, grafik game akan terlihat lebih kasar.
Namun, meskipun grafik game Free Fire dianggap kurang baik oleh beberapa orang, game ini masih menjadi salah satu game mobile paling populer di dunia karena gameplay yang menyenangkan dan mudah dimainkan.

Baca Juga:  Bagaimana cara merawat ram ?

Dijawab Oleh :

Dr. Yohanes Nong Loar, M.Pd

Penjelasan :

Mengapa Grafis Free Fire Secara Sadar Dibuat “Ringan”?

Sebelum melabeli grafis Free Fire sebagai “burik”, penting untuk memahami filosofi di balik pengembangannya. Garena, selaku pengembang, secara sengaja merancang Free Fire agar menjadi game yang sangat aksesibel.

Tujuan utamanya adalah agar game ini bisa dimainkan dengan lancar di berbagai jenis perangkat, termasuk ponsel dengan spesifikasi rendah (low-end). Dengan ukuran file yang relatif kecil dan kebutuhan sistem yang tidak tinggi, Free Fire berhasil menjangkau pasar yang sangat luas, di mana tidak semua pemain memiliki perangkat flagship. Jadi, kualitas grafis yang dikorbankan adalah sebuah kompromi teknis demi inklusivitas dan jangkauan pemain yang lebih masif.

Hubungan Antara Kualitas Grafis dan Kesehatan Mata

Di sinilah letak inti permasalahannya. Kualitas visual sebuah game ternyata memiliki dampak langsung pada seberapa keras mata kita harus bekerja. Beberapa elemen grafis tertentu, yang sering ditemukan pada game yang dioptimalkan untuk performa, dapat menjadi pemicu utama kelelahan mata. Faktor-faktor inilah yang membuat beberapa orang melabelinya sebagai game yang bikin sakit mata.

Resolusi Rendah dan Ketajaman Visual

Game dengan resolusi rendah cenderung menampilkan gambar yang kurang tajam dan detail yang pecah-pecah. Tepi objek terlihat bergerigi (istilah teknisnya aliasing) dan tekstur tampak kabur.

Untuk memproses gambar yang tidak tajam ini, otot siliaris di dalam mata kita harus bekerja ekstra keras untuk terus-menerus mencoba mencari fokus. Upaya berkelanjutan ini menyebabkan ketegangan mata, yang gejalanya bisa berupa mata kering, sakit kepala, hingga penglihatan kabur sementara.

Baca Juga:  Jelaskan pengertian teknologi informasi dan komunikasi !

Palet Warna dan Kontras yang Berlebihan

Free Fire dikenal dengan palet warnanya yang sangat cerah dan jenuh (saturated). Tujuannya adalah agar karakter dan objek penting mudah terlihat di tengah pertempuran yang kacau. Namun, kontras yang terlalu tinggi antara warna-warna cerah dengan lingkungan yang lebih gelap bisa sangat melelahkan bagi mata.

Perpindahan fokus mata secara cepat antara area yang sangat terang dan sangat gelap memaksa pupil untuk terus-menerus melebar dan menyempit. Aktivitas ini, jika terjadi berulang kali dalam waktu lama, dapat menyebabkan kelelahan visual atau yang dikenal sebagai asthenopia.

Efek Shimmering dan Gerakan yang Patah-Patah

Pada pengaturan grafis rendah, efek aliasing (tepi bergerigi) menjadi sangat kentara. Ketika karakter atau kamera bergerak, tepi-tepi bergerigi ini akan menciptakan efek visual seperti berkilauan atau bergetar yang disebut shimmering. Mata manusia sangat sensitif terhadap gerakan kecil dan tidak stabil seperti ini.

Mata akan secara refleks mencoba melacak dan menstabilkan gambar yang bergetar ini, yang merupakan pekerjaan sia-sia dan sangat melelahkan. Ditambah lagi jika frame rate (FPS) tidak stabil, gerakan yang patah-patah akan semakin memperburuk kondisi dan mempercepat timbulnya pusing dan mual bagi sebagian orang.

Faktor Lain yang Menjadikan Game Bikin Sakit Mata

Tentu saja, bukan hanya kualitas grafis yang menjadi penyebabnya. Pada dasarnya, game apa pun berpotensi menjadi game yang bikin sakit mata jika dimainkan dengan cara yang salah. Beberapa faktor lain juga memegang peranan penting.

Intensitas Permainan dan Fokus Berkelanjutan

Game battle royale seperti Free Fire menuntut tingkat kewaspadaan dan fokus yang sangat tinggi. Pemain harus terus-menerus memindai lingkungan untuk mencari musuh, yang berarti mata akan terus terbuka lebar dan jarang berkedip.

Kurangnya frekuensi berkedip adalah penyebab utama mata kering. Saat mata kering, permukaannya tidak terlumasi dengan baik, sehingga menimbulkan rasa perih, gatal, dan tidak nyaman.

Pengaturan Layar dan Lingkungan Bermain

Cara Anda berinteraksi dengan layar gawai juga sangat berpengaruh. Kondisi lingkungan dan pengaturan perangkat bisa menjadi faktor penentu apakah sesi bermain game akan berakhir nyaman atau justru menyiksa mata.

Baca Juga:  Perebutan kekuasaan dengan paksa disebut ?

Kecerahan Layar yang Tidak Sesuai

Bermain dengan tingkat kecerahan (brightness) layar yang terlalu tinggi di ruangan gelap akan menciptakan kontras ekstrem yang menyilaukan mata. Sebaliknya, layar yang terlalu redup di ruangan terang akan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat detail.

Jarak Pandang dan Postur Tubuh

Memegang ponsel terlalu dekat dengan wajah akan memaksa mata untuk berakomodasi secara berlebihan, yang dapat menyebabkan ketegangan. Postur tubuh yang buruk saat bermain juga dapat memengaruhi aliran darah ke kepala dan mata, yang secara tidak langsung berkontribusi pada rasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi Mata Lelah Saat Bermain Game

Meskipun beberapa aspek dalam game tidak bisa kita ubah, ada banyak langkah yang bisa Anda ambil untuk mengurangi risiko mata lelah. Tujuannya adalah agar hobi bermain game tidak berubah menjadi sebuah aktivitas yang menyiksa.

Berikut adalah beberapa tips praktisnya:

  1. Terapkan Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit bermain, alihkan pandangan Anda untuk melihat objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini membantu mengendurkan otot mata.
  2. Sesuaikan Kecerahan Layar: Atur kecerahan layar gawai agar setara dengan tingkat pencahayaan di ruangan Anda. Hindari bermain di dalam ruangan yang gelap total.
  3. Perhatikan Jarak Pandang: Jaga jarak ideal antara mata dan layar ponsel, yaitu sekitar 30-40 cm.
  4. Sering Berkedip: Sadarilah untuk lebih sering berkedip saat bermain game untuk menjaga mata tetap lembap. Jika perlu, gunakan tetes mata (air mata buatan).
  5. Gunakan Filter Cahaya Biru: Aktifkan mode “pelindung mata” atau blue light filter di ponsel Anda, terutama saat bermain di malam hari.
  6. Ambil Jeda Teratur: Jangan bermain selama berjam-jam tanpa henti. Berdirilah, regangkan tubuh, dan istirahatkan mata Anda setidaknya 10-15 menit setiap satu jam bermain.

Kesimpulan

Jadi, apakah predikat “efef burik” dan game yang bikin sakit mata itu benar? Jawabannya kompleks. Grafis Free Fire yang “ringan” adalah sebuah pilihan desain strategis untuk aksesibilitas, namun pilihan ini membawa konsekuensi teknis seperti resolusi rendah dan aliasing yang memang berpotensi membuat mata lebih cepat lelah.

Namun, menyalahkan game sepenuhnya juga tidak adil. Kebiasaan bermain yang buruk, seperti durasi yang berlebihan, kurang berkedip, dan pengaturan layar yang salah, memiliki andil yang sama besarnya. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan kebiasaan bermain yang sehat, Anda bisa tetap menikmati game favorit Anda tanpa harus mengorbankan kesehatan mata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top