Jelaskan pengertian Adab membaca al-qur’an ?
Jawaban 1 :
Pengertian adab membaca Al-qur’an adalah dengan khisyu’ dan dalam keadaan suci baik tubuh, pakaian maupun tempatnya.
Dijawab Oleh :
Sugiamma, M.Pd
Jawaban 2 :
Pengertian adab membaca Al-qur’an adalah dengan khisyu’ dan dalam keadaan suci baik tubuh, pakaian maupun tempatnya.
Dijawab Oleh :
Susi Ferawati, S.Pd
Penjelasan :
Memahami Makna dan Pentingnya Adab Membaca Al-Qur’an
Secara bahasa, “adab” berarti kesopanan, etika, atau tata krama. Dalam konteks membaca Al-Qur’an, adab merujuk pada serangkaian sikap, perilaku, dan kondisi hati yang seharusnya dimiliki seorang Muslim ketika berhadapan dengan kitab suci. Ini adalah cara kita memuliakan firman Allah SWT.
Pentingnya mengamalkan adab adab membaca al quran tidak bisa diremehkan. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari pengagungan kita terhadap Al-Qur’an. Dengan beradab, kita mempersiapkan diri untuk menerima pesan-pesan ilahi dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, sehingga bacaan kita menjadi lebih khusyuk dan penuh perenungan.
Persiapan Diri Sebelum Berinteraksi dengan Al-Qur’an
Sebelum membuka lembaran mushaf, ada beberapa persiapan penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari adab adab membaca al quran. Persiapan ini membantu menciptakan kondisi ideal untuk memulai tilawah.
Suci dari Hadas Besar dan Kecil
Kebersihan adalah pilar utama dalam Islam. Sebelum menyentuh mushaf Al-Qur’an, seorang Muslim dianjurkan untuk berada dalam keadaan suci, yaitu dengan berwudhu. Membersihkan diri dari hadas kecil merupakan bentuk penghormatan fisik pertama kita terhadap kesucian Al-Qur’an.
Kesucian ini melambangkan niat kita untuk membersihkan diri dari hal-hal yang dapat mengotori hati dan pikiran, sehingga kita lebih siap menerima cahaya petunjuk dari Al-Qur’an.
Memilih Tempat dan Waktu yang Tepat
Tempat membaca Al-Qur’an sebaiknya bersih, tenang, dan jauh dari kebisingan atau gangguan. Memilih tempat yang layak seperti masjid, mushala, atau sudut ruangan yang bersih di rumah akan membantu meningkatkan konsentrasi.
Selain tempat, memilih waktu yang mustajab juga dianjurkan. Waktu sepertiga malam terakhir, setelah shalat Subuh, atau di waktu-waktu luang lainnya di mana pikiran sedang tenang adalah momen yang sangat baik untuk tilawah dan tadabbur.
Menghadap Kiblat dan Berpakaian Sopan
Meskipun bukan syarat wajib, menghadap kiblat saat membaca Al-Qur’an adalah adab yang sangat dianjurkan. Sikap ini melambangkan kesatuan arah dan fokus kita hanya kepada Allah SWT.
Selain itu, mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan menutup aurat layaknya sedang melaksanakan shalat adalah bentuk pengagungan lainnya. Kita sedang “menghadap” Allah melalui firman-Nya, maka sepantasnya kita berpenampilan dengan cara yang terbaik.
Adab Adab Membaca Al-Qur’an: Panduan Praktis Saat Tilawah
Setelah persiapan fisik dan lingkungan selesai, perhatian beralih pada etika saat proses membaca itu sendiri. Inilah inti dari praktik adab adab membaca al quran yang akan menyempurnakan ibadah tilawah kita.
Memulai dengan Ta’awudz dan Basmalah
Sebelum membaca ayat Al-Qur’an, sangat dianjurkan untuk melafalkan ta’awudz (A'udzu billahi minasy syaithanir rajim). Ini adalah permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, yang selalu berusaha mengganggu kekhusyukan kita.
Setelah itu, mulailah setiap surah (kecuali Surah At-Taubah) dengan basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). Mengawali dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan mendatangkan keberkahan dalam bacaan kita.
Membaca dengan Tartil dan Tajwid yang Benar
Membaca Al-Qur’an tidak boleh tergesa-gesa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4, “…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”
Pengertian Tartil: Membaca Perlahan dan Penuh Perenungan
Tartil adalah membaca Al-Qur’an dengan pelan, jelas, dan tidak terburu-buru. Setiap huruf diucapkan dengan fasih sesuai makhrajnya, dan setiap kata diberi jeda yang cukup. Tujuan tartil bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk memberikan kesempatan pada akal untuk merenungkan makna ayat yang dibaca.
Pentingnya Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid adalah kaidah untuk melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an dengan benar. Mempelajari dan menerapkan tajwid sangat penting karena kesalahan dalam pengucapan dapat mengubah makna ayat secara drastis. Membaca dengan tajwid yang benar adalah bagian dari menjaga keaslian dan kemurnian firman Allah, dan ini merupakan salah satu adab adab membaca al quran yang paling esensial.
Adab Batiniah untuk Meraih Kekhusyukan
Adab lahiriah adalah gerbang, sedangkan adab batiniah adalah tujuan. Tanpa kehadiran hati, bacaan Al-Qur’an hanya akan menjadi aktivitas lisan yang hampa.
Salah satu adab batiniah terpenting adalah khusyuk dan tadabbur. Khusyuk berarti menghadirkan hati sepenuhnya, merasa seolah-olah Allah sedang berbicara langsung kepada kita. Sementara itu, tadabbur adalah proses merenungkan, memikirkan, dan mencoba memahami makna serta pesan yang terkandung dalam setiap ayat.
Ketika membaca ayat tentang surga, hendaklah hati merasa gembira dan berharap. Sebaliknya, saat melewati ayat tentang neraka dan azab, hendaklah hati merasa takut dan memohon perlindungan kepada Allah. Interaksi emosional dan spiritual inilah yang membuat Al-Qur’an benar-benar hidup dalam diri seorang pembacanya.
Kesimpulan
Menjelaskan pengertian adab membaca Al-Qur’an berarti menguraikan sebuah panduan lengkap untuk memuliakan kalamullah. Ini bukan sekadar daftar aturan, melainkan sebuah kerangka etika yang membimbing kita untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an secara lahir dan batin.
Dengan mempraktikkan adab adab membaca al quran—mulai dari bersuci, memilih tempat yang layak, membaca dengan tartil dan tajwid, hingga menghadirkan hati untuk tadabbur—kita tidak hanya akan mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca, tetapi juga merasakan manisnya iman, ketenangan jiwa, dan cahaya petunjuk yang akan menerangi jalan hidup kita.
