Jelaskan apa yg dimaksud dengan peraturan sekolah ?
Jawaban 1 :
Peraturan adalah suatu tata cara yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menertibkan dan menyelaraskan dengan keperluan suatu pihak tersebut. Peraturan juga berguna bagi perkembangan mental dan psikologis bagi yang menaatinya. Menumbuhkan rasa hormat serta pembentukan pribadi yang baik.
Peraturan sekolah adalah peraturan yang diterapkan oleh sekolah tertentu dengan tujuan untuk memberi batasan dan mengatur sikap anak muda yang sering bersikap kurang kondungsif dalam menjalankan proses belajar-mengajar di sekolah. Memang, beda sekolah beda peraturan, karena sekolah memiliki suatu batasan-batasan tertentu yang masih bisa dipercayakan kepada kedewasaan siswa-siswa sekolah tersebut. Pada dasarnya peraturan sekolah tersebut dibuat untuk menjaga relasi antar individu yang di dalam sekolah.
Dijawab Oleh :
Dra. Nilawati, M.Pd
Jawaban 2 :
Bahasa Indonesia = Kamu – Aku – Dia – Kita
Bahasa Jawa Ngoko = Kowe – Aku – Ndeke – Awakdhewe
Bahasa Jawa Krama = Sampeyan – Kula – Dheweke – Awakdhewe
Bahasa Krama Alus = Panjenengan – Dalem – Panjenenganipun – Kito
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Setiap siswa yang pernah mengenyam pendidikan formal pasti akrab dengan istilah “peraturan sekolah” atau “tata tertib”. Keduanya sering menjadi pedoman sehari-hari, mulai dari cara berpakaian hingga jam masuk kelas. Aturan ini bukan sekadar daftar larangan yang mengekang, melainkan sebuah kerangka kerja yang dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang ideal bagi semua pihak.
Memahami esensi dari aturan ini adalah langkah pertama untuk melihatnya bukan sebagai beban, melainkan sebagai fondasi penting dalam proses belajar dan pembentukan karakter. Jadi, apa yang dimaksud dengan tata tertib sekolah sebenarnya, dan mengapa perannya begitu krusial dalam dunia pendidikan? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, tujuan, hingga implementasinya di lingkungan sekolah.
Memahami Definisi Mendasar: Tata Tertib Sekolah
Secara sederhana, tata tertib sekolah adalah seperangkat aturan, norma, dan standar perilaku yang wajib dipatuhi oleh seluruh warga sekolah. Warga sekolah di sini tidak hanya mencakup siswa, tetapi juga guru, staf administrasi, dan bahkan orang tua atau wali murid dalam konteks tertentu. Tujuannya adalah untuk mengatur interaksi dan kegiatan agar berjalan lancar, tertib, dan aman.
Peraturan ini bersifat mengikat dan biasanya disertai dengan sanksi atau konsekuensi bagi yang melanggarnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa tata tertib sekolah bukanlah alat untuk menghukum, melainkan instrumen untuk mendidik dan membina. Ia berfungsi sebagai panduan jelas tentang apa yang diharapkan dan apa yang tidak dapat diterima dalam komunitas sekolah.
Tujuan Utama Dibuatnya Tata Tertib di Sekolah
Setiap aturan yang dibuat tentu memiliki tujuan yang mendasarinya. Tata tertib sekolah dirancang dengan beberapa tujuan utama yang saling berkaitan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan efektif.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Kondusif
Tujuan paling fundamental dari tata tertib adalah memastikan keamanan dan kenyamanan semua orang di sekolah. Aturan mengenai larangan membawa senjata tajam, perundungan (bullying), dan kekerasan adalah contoh nyata untuk menciptakan rasa aman secara fisik dan psikologis.
Ketika siswa merasa aman dan lingkungan sekitar tertib, mereka dapat lebih fokus pada proses belajar mengajar. Suasana yang kondusif ini memungkinkan transfer ilmu dan pengembangan potensi siswa berjalan secara optimal tanpa gangguan yang tidak perlu.
Menanamkan Nilai Disiplin dan Tanggung Jawab
Sekolah adalah miniatur masyarakat. Melalui tata tertib, siswa diajarkan tentang pentingnya disiplin diri, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dan mengikuti aturan yang berlaku. Keteraturan dalam berseragam, ketepatan waktu, dan kepatuhan dalam mengerjakan tugas adalah latihan awal yang sangat berharga.
Selain itu, siswa juga belajar tentang tanggung jawab. Ketika mereka memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, mereka belajar untuk bertanggung jawab atas pilihan dan perilaku mereka. Ini adalah bekal soft skill yang sangat penting untuk kehidupan mereka di masa depan.
Melindungi Hak dan Kewajiban Seluruh Warga Sekolah
Tata tertib tidak hanya mengatur kewajiban, tetapi juga melindungi hak. Hak siswa untuk belajar dengan tenang dilindungi oleh aturan yang melarang keributan di kelas. Hak guru untuk dihormati ditegakkan melalui aturan tentang sopan santun.
Dengan adanya pedoman yang jelas, setiap individu di sekolah tahu batasan hak dan kewajibannya masing-masing. Ini membantu mengurangi potensi konflik dan menciptakan hubungan yang harmonis antara siswa, guru, dan staf lainnya.
Ruang Lingkup yang Diatur dalam Tata Tertib Sekolah
Lalu, apa yang dimaksud dengan tata tertib sekolah dari segi cakupannya? Umumnya, peraturan ini mencakup berbagai aspek kehidupan sekolah yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama.
Aspek Akademik dan Proses Belajar Mengajar
Ini adalah inti dari kegiatan sekolah. Aturan dalam kategori ini biasanya meliputi:
- Kehadiran: Kewajiban untuk hadir di sekolah tepat waktu dan mengikuti seluruh jam pelajaran.
- Pengerjaan Tugas: Aturan mengenai pengumpulan tugas, ulangan, dan ujian.
- Kejujuran Akademik: Larangan keras terhadap segala bentuk kecurangan, seperti mencontek atau plagiarisme.
Aspek Sikap, Perilaku, dan Etika
Bagian ini berfokus pada pembentukan karakter dan interaksi sosial yang baik di lingkungan sekolah.
Pakaian dan Penampilan
Aturan ini bertujuan untuk menanamkan kerapian, kesetaraan, dan identitas sekolah. Contohnya meliputi:
- Kewajiban mengenakan seragam sekolah sesuai jadwal.
- Standar kerapian rambut bagi siswa laki-laki dan perempuan.
- Larangan menggunakan perhiasan atau riasan wajah yang berlebihan.
Sopan Santun dan Interaksi Sosial
Ini adalah pedoman berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur. Beberapa poin pentingnya adalah:
- Menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi dengan guru, staf, dan teman.
- Menunjukkan sikap hormat, seperti mengucapkan salam.
- Larangan melakukan perundungan, pelecehan, atau tindakan tidak menyenangkan lainnya.
Konsekuensi dan Pembinaan Pelanggaran Tata Tertib
Sebuah aturan tidak akan efektif tanpa adanya sistem konsekuensi. Ketika seorang siswa melanggar tata tertib, sekolah akan menerapkan sanksi yang bersifat mendidik. Tujuan utamanya bukanlah menghukum, melainkan memberikan pelajaran agar kesalahan tidak terulang kembali.
Sistem sanksi ini biasanya dibuat berjenjang, mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat, tergantung pada tingkat pelanggarannya. Contoh jenjang sanksi meliputi:
- Teguran lisan dari guru.
- Teguran tertulis dan pencatatan dalam buku pelanggaran.
- Hukuman yang mendidik, seperti membersihkan area sekolah atau membuat tugas tambahan.
- Pemanggilan orang tua/wali murid untuk diskusi dan kerja sama.
- Skorsing atau pemberhentian sementara dari sekolah.
- Dikeluarkan dari sekolah untuk pelanggaran yang sangat berat.
Proses ini sering kali melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berperan sebagai fasilitator untuk membina siswa agar memahami kesalahannya dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Kesimpulan
Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan apa yang dimaksud dengan tata tertib sekolah jauh lebih dalam dari sekadar kumpulan larangan. Ia adalah sebuah sistem nilai, panduan perilaku, dan kerangka kerja komprehensif yang dirancang untuk membangun komunitas belajar yang teratur, aman, dan positif. Tata tertib sekolah berperan sebagai pilar utama dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati di antara seluruh warga sekolah.
Meskipun terkadang terasa membatasi, keberadaannya sangat esensial untuk memastikan proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Dengan mematuhi tata tertib, setiap siswa tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang ideal, tetapi juga sedang melatih diri menjadi individu yang siap menghadapi tantangan di masyarakat luas.
