Cara membentuk kekompakan antar siswa dalam kelas ?

Cara membentuk kekompakan antar siswa dalam kelas ?

Jawaban 1 :

Kekompakan antarsiswa di kelas merupakan salah satu kondisi idaman yang kita harapkan untuk terjadi. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dalam 1 kelas, setiap kelas kerap kali beranggotakan siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Tidak jarang perbedaan latar belakang ini menyebabkan gangguan atau bahkan situasi yang tidak harmonis. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat perlu menjaga dan membentuk kekompakan antarsiswa di kelas.

Pada kesempatan ini, soal memint akita untuk menyajikan 3 solusi cara membentuk kekompakan antarsiswa dalam kelas. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan kali ini.

Cara membentuk kekompakan antarsiswa dalam kelas

Belajarlah untuk saling menghargai dengan temanmu
Kalau temanmu sedang menghadapi masalah, ingatlah untuk membantunya.
Menangislah ketika temanmu menangis, tertawalah ketika ia tertawa.

Dijawab Oleh :

Dra. Nilawati, M.Pd

Jawaban 2 :

Kekompakan antarsiswa di kelas merupakan salah satu kondisi idaman yang kita harapkan untuk terjadi. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dalam 1 kelas, setiap kelas kerap kali beranggotakan siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Tidak jarang perbedaan latar belakang ini menyebabkan gangguan atau bahkan situasi yang tidak harmonis. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat perlu menjaga dan membentuk kekompakan antarsiswa di kelas.

Pada kesempatan ini, soal memint akita untuk menyajikan 3 solusi cara membentuk kekompakan antarsiswa dalam kelas. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan kali ini.

Cara membentuk kekompakan antarsiswa dalam kelas

Belajarlah untuk saling menghargai dengan temanmu
Kalau temanmu sedang menghadapi masalah, ingatlah untuk membantunya.
Menangislah ketika temanmu menangis, tertawalah ketika ia tertawa.

Dijawab Oleh :

Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed

Penjelasan :

Pentingnya Membangun Kekompakan di Dalam Kelas

Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami mengapa kekompakan kelas menjadi fondasi penting dalam pendidikan. Suasana kelas yang kompak dan suportif memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya pada prestasi akademik tetapi juga pada perkembangan karakter siswa.

Baca Juga:  Berapa ukuran kertas HVS​ ?

Lingkungan yang solid akan meningkatkan motivasi belajar. Siswa akan merasa lebih nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan bahkan membuat kesalahan tanpa takut dihakimi oleh teman-temannya. Selain itu, kekompakan terbukti efektif dalam mengurangi potensi perundungan (bullying) karena adanya rasa saling memiliki dan melindungi antar siswa. Pada akhirnya, kelas yang kompak adalah miniatur masyarakat yang sehat, tempat siswa melatih keterampilan sosial esensial untuk masa depan mereka.

Fondasi Utama: Membangun Rasa Saling Menghargai

Setiap bangunan kokoh membutuhkan fondasi yang kuat. Dalam konteks ini, fondasi kekompakan kelas adalah rasa saling percaya, menghargai, dan komunikasi yang terbuka. Tanpa elemen-elemen ini, setiap upaya untuk menyatukan siswa akan terasa dangkal dan tidak bertahan lama.

Ciptakan Aturan dan Nilai Kelas Bersama

Jangan menjadikan aturan kelas sebagai sesuatu yang datang dari atas ke bawah. Libatkan siswa secara aktif dalam merumuskan nilai-nilai dan aturan yang ingin mereka junjung bersama. Proses ini memberikan mereka rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif.

Tanyakan kepada mereka, “Kelas seperti apa yang kita inginkan?” atau “Bagaimana cara kita memperlakukan satu sama lain?”. Jawaban dari pertanyaan ini dapat dirangkum menjadi beberapa poin kesepakatan kelas, seperti “Mendengarkan saat teman berbicara” atau “Menghargai setiap pendapat yang berbeda”.

Kenali Setiap Siswa Secara Individual

Seorang guru adalah nahkoda. Untuk bisa mengarahkan kapal dengan baik, ia harus mengenal setiap awak kapalnya. Luangkan waktu untuk mengenal setiap siswa di luar kemampuan akademis mereka; ketahui hobi, minat, atau bahkan kekhawatiran mereka.

Ketika guru menunjukkan kepedulian tulus, siswa akan merasa lebih dihargai. Pemahaman ini juga membantu guru dalam membentuk kelompok belajar yang efektif atau memediasi konflik dengan lebih bijaksana karena telah memahami karakter masing-masing individu.

Baca Juga:  Ciri – ciri dari media promosi baliho adalah ?

Latih Keterampilan Komunikasi Efektif

Kekompakan sering kali rusak karena kesalahpahaman yang berasal dari komunikasi yang buruk. Oleh karena itu, melatih siswa untuk berkomunikasi secara efektif adalah sebuah investasi jangka panjang. Ajarkan mereka cara mendengarkan secara aktif dan cara menyampaikan pendapat dengan sopan.

Aktivitas sederhana seperti circle time di pagi hari, di mana setiap siswa diberi kesempatan untuk berbagi cerita atau perasaan, dapat menjadi sarana latihan yang sangat baik. Ini membiasakan mereka untuk saling mendengarkan dan berempati.

Langkah Langkah Membentuk Kekompakan Antar Siswa dalam Kelas Secara Praktis

Setelah fondasi terbangun, saatnya menerapkan strategi dan aktivitas konkret yang secara langsung mempererat ikatan antar siswa. Ini adalah inti dari langkah langkah membentuk kekompakan antar siswa dalam kelas yang bisa diimplementasikan secara rutin.

Terapkan Metode Pembelajaran Kooperatif

Ubah paradigma kompetisi individu menjadi kolaborasi tim. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah metode di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama. Mereka belajar bahwa keberhasilan kelompok bergantung pada usaha setiap anggotanya.

Proyek Kelompok Berbasis Minat

Alih-alih menentukan kelompok secara acak, sesekali bentuklah kelompok berdasarkan minat yang sama. Misalnya, kelompokkan siswa yang sama-sama menyukai musik untuk membuat proyek tentang sejarah alat musik. Bekerja pada sesuatu yang mereka sukai bersama-sama akan menciptakan ikatan alami dan antusiasme yang lebih besar.

Permainan Edukatif Beregu (Team-Based Educational Games)

Belajar tidak harus selalu serius. Gunakan permainan edukatif yang menuntut kerja sama tim, seperti kuis cerdas cermat beregu, teka-teki bersama, atau metode jigsaw classroom. Dalam metode jigsaw, setiap anggota tim menjadi “ahli” untuk satu bagian materi dan bertanggung jawab mengajarkannya kepada anggota lain. Ini menciptakan rasa saling ketergantungan yang positif.

Baca Juga:  Bagaimana cara merawat ram ?

Adakan Aktivitas Kebersamaan di Luar Akademik

Ikatan yang kuat sering kali terbentuk di luar konteks pelajaran formal. Rencanakan aktivitas rutin yang bersifat santai dan bertujuan untuk membangun kebersamaan. Aktivitas ini tidak perlu rumit atau mahal.

Beberapa ide yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menghias Kelas Bersama: Tentukan tema setiap bulan dan biarkan siswa berkreasi menghias ruang kelas mereka.
  • Makan Siang Bersama: Adakan acara “potluck” sederhana sebulan sekali di mana setiap siswa membawa makanan untuk dibagikan.
  • Merayakan Ulang Tahun: Sediakan satu hari khusus setiap bulan untuk merayakan siswa yang berulang tahun di bulan tersebut.
  • Proyek Sosial Kelas: Ajak siswa untuk mengerjakan proyek sosial kecil, seperti mengumpulkan donasi atau membersihkan taman sekolah.

Menjaga Api Kekompakan Tetap Menyala

Membentuk kekompakan adalah satu hal, tetapi menjaganya agar tetap bertahan adalah tantangan tersendiri. Kekompakan kelas bersifat dinamis dan perlu dirawat secara terus-menerus. Pastikan untuk selalu menjadi mediator yang adil saat terjadi konflik, ajarkan siswa cara menyelesaikan masalah, bukan saling menyalahkan.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi dan pengakuan terhadap contoh kerja sama tim yang baik. Puji kelompok yang berhasil menyelesaikan tugas dengan solid atau siswa yang terlihat membantu temannya yang kesulitan. Penguatan positif ini akan memotivasi perilaku serupa di masa depan.

Kesimpulan

Menciptakan kelas yang kompak bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dari guru dan partisipasi aktif dari siswa. Dengan memahami fondasi utama seperti rasa saling menghargai dan menerapkan langkah langkah membentuk kekompakan antar siswa dalam kelas secara praktis melalui pembelajaran kooperatif dan aktivitas kebersamaan, sebuah kelas dapat bertransformasi. Ia akan menjadi lingkungan belajar yang suportif, aman, dan menyenangkan, di mana setiap siswa merasa bangga menjadi bagian darinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top