Apa yang dimaksud dari the right man in the right place tolong jelaskan dan berikan contoh !
Jawaban 1 :
Orang tepat di tempat yang tepat, itu terjemahan secara harfiah. Adalah usaha untuk menempatkan karyawan diposisi kerja yang tepat. Contohnya, tidak semua karyawan bisa menjadi manajer. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi, misalnya pekerja keras, loyal, inovatif, dan mampu bekerja dalam tim. Jika ada karyawan “biasa” yang memiliki kriteria tersebut, mungkin saja dia akan dipertimbangkan menjadi manajer.
Dijawab Oleh :
Dra. Nilawati, M.Pd
Jawaban 2 :
Orang tepat di tempat yang tepat, itu terjemahan secara harfiah. Adalah usaha untuk menempatkan karyawan diposisi kerja yang tepat. Contohnya, tidak semua karyawan bisa menjadi manajer. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi, misalnya pekerja keras, loyal, inovatif, dan mampu bekerja dalam tim. Jika ada karyawan “biasa” yang memiliki kriteria tersebut, mungkin saja dia akan dipertimbangkan menjadi manajer.
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Tentang Perusahaan
Bayangin ada sebuah “perusahaan” yang nggak punya kantor fisik, tapi filosofinya dipake di mana-mana, dari startup tech di SCBD sampe UMKM di pelosok negeri. “Perusahaan” ini namanya The Right Fit Philosophy Inc. Visi kami simpel: menciptakan ekosistem kerja di mana setiap individu bisa bersinar dan memberikan impact maksimal karena mereka berada di “habitat” yang paling sesuai.
Kami percaya bahwa setiap orang itu punya superpower-nya masing-masing. Ada yang jago ngomong dan bisa nge-closing deal miliaran, ada yang super teliti dan bisa nemuin satu angka salah di antara ribuan baris data, ada juga yang kreatifnya nggak ada abisnya. “Perusahaan” kami bergerak di bidang strategic placement, memastikan setiap superpower itu nggak terbuang sia-sia. Dengan menerapkan prinsip the right man in the right place, kita mengubah potensi menjadi performa, dan mengubah kerjaan menjadi sebuah karya.
Deskripsi Pekerjaan
Kami sedang “membuka lowongan” untuk sebuah peran yang super krusial: menjadi The Perfect Fit. Ini bukan jabatan formal, tapi sebuah keadaan di mana kontribusi lo menjadi game-changer untuk tim. Peran ini adalah tentang menjadi kepingan puzzle yang hilang, yang ketika dipasang, langsung membuat gambaran besarnya jadi utuh dan jelas.
Menjadi the right man in the right place berarti lo nggak cuma kerja, tapi lo bener-bener thrive. Lo ngerasa energized, bukan drained, setelah seharian kerja. Ide-ide lo didengar, keahlian lo dipake, dan kehadiran lo bener-bener bikin perbedaan. Point is, deskripsi pekerjaan ini adalah tentang menemukan persimpangan antara apa yang lo kuasai, apa yang lo sukai, dan apa yang dibutuhkan oleh tim atau perusahaan.
Kualifikasi
Untuk bisa “memenuhi kualifikasi” sebagai the right man in the right place, lo butuh kombinasi antara hard skill, soft skill, dan yang paling penting, self-awareness. Berikut adalah beberapa kualifikasi utamanya:
- Memahami Core Strength: Lo harus tahu betul apa yang jadi senjata utama lo. Apakah lo seorang communicator ulung, seorang analyst yang tajam, atau seorang visionary yang kreatif? Contoh the right man in the right place adalah menempatkan seorang yang super ekstrovert dan persuasif di tim sales, bukan di bagian back-end development yang butuh fokus sendirian.
- Punya Growth Mindset: Dunia berubah cepet banget. Kualifikasi hari ini bisa jadi basi besok. Makanya, kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi itu a must. Orang yang tepat di tempat yang tepat nggak pernah ngerasa paling pinter, tapi selalu haus akan ilmu baru.
- Passion yang Sejalan: Lo bisa aja jago di sesuatu, tapi kalo lo nggak enjoy, lama-lama pasti burnout. Kualifikasi penting lainnya adalah adanya percikan ketertarikan pada bidang yang lo geluti. Bayangin Lionel Messi disuruh jadi akuntan. Skill-nya mungkin bisa dipelajari, tapi passion-nya nggak di sana. Dia adalah the right man in the right place saat berada di lapangan hijau.
Responsibiliti
Ketika prinsip the right man in the right place berhasil diterapkan, “tanggung jawab” atau hasil yang muncul itu luar biasa. Ini bukan lagi soal to-do list harian, tapi tentang impact yang lebih besar.
- Meningkatkan Produktivitas Tim: Literally, kerjaan jadi ngalir gitu aja. Nggak ada lagi drama “lempar-lemparan tanggung jawab” karena semua orang pegang tugas yang emang mereka kuasai.
- Menciptakan Inovasi: Saat orang yang kreatif ditempatkan di lingkungan yang mendukung, ide-ide gila tapi brilian bakal muncul. Sebaliknya, saat orang yang detail-oriented ditempatkan di quality control, produk yang dihasilkan jadi nyaris sempurna.
- Membangun Kultur Positif: Orang yang bahagia dengan kerjaannya cenderung lebih positif dan suportif ke rekan kerjanya. Ini ngebantu banget buat ngurangin politik kantor dan ningkatin kolaborasi. Vibe-nya jadi asik!
Benefit
Tentu aja, “benefit” dari penerapan the right man in the right place ini dirasakan oleh semua pihak. Ini adalah situasi win-win solution yang epic.
Benefit untuk Individu
- Kepuasan Kerja Maksimal: Lo merasa dihargai dan melihat langsung dampak dari kerja keras lo.
- Pengembangan Diri Terakselerasi: Karena lo kerja di bidang yang lo kuasai, lo jadi lebih cepet buat jadi ahli.
- Work-life Balance yang Lebih Sehat: Stres berkurang karena lo nggak merasa “berperang” dengan pekerjaan lo setiap hari.
Benefit untuk Perusahaan
- Employee Turnover Rendah: Karyawan yang bahagia dan merasa pas dengan posisinya cenderung lebih loyal.
- Efisiensi Operasional: Mengurangi kesalahan, mempercepat penyelesaian proyek, dan pada akhirnya, meningkatkan profit.
- Reputasi yang Kuat: Perusahaan dikenal sebagai tempat kerja yang keren, yang bisa narik lebih banyak talenta hebat lainnya.
Berkas Persyaratan
Tertarik untuk “melamar” menjadi the right man in the right place? Nggak perlu ijazah atau SKCK. “Berkas persyaratan” yang lo butuhin lebih bersifat introspektif. Coba deh siapin ini:
- Curriculum Vitae of Skills: Coba deh tulis, jujur dari hati, apa aja 5 skill teratas yang lo punya. Bukan cuma yang tertulis di sertifikat, tapi yang beneran lo jago.
- Cover Letter of Passion: Tulis dalam satu paragraf, bidang atau jenis pekerjaan apa yang bisa bikin lo lupa waktu pas ngerjainnya. Itulah passion lo.
- Portfolio of Evidence: Kumpulin bukti-bukti nyata di mana lo pernah berhasil menerapkan skill lo itu. Bisa berupa proyek, testimoni, atau cerita kesuksesan sekecil apa pun.
Dengan “berkas” ini, lo jadi punya peta yang jelas buat nemuin “the right place” buat diri lo sendiri.
Kesimpulan
Jadi, apa yang dimaksud dari the right man in the right place? Jawabannya simpel tapi mendalam: ini adalah formula ajaib untuk membuka kesuksesan. Ini bukan tentang mencari orang yang sempurna, tapi tentang menciptakan perfect match antara kapabilitas seseorang dengan tuntutan sebuah peran.
Bagi lo sebagai seorang profesional, memahami konsep ini adalah kunci untuk membangun karier yang memuaskan. Jangan cuma cari gaji, tapi cari “tempat” di mana lo bisa jadi versi terbaik dari diri lo. Buat perusahaan, ini bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Di tengah persaingan yang makin ketat, menempatkan the right man in the right place adalah investasi paling cerdas untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. It just makes sense, right?
