Motivasi jamaah haji berkunjung ke Madinah adalah untuk ?

Motivasi jamaah haji berkunjung ke Madinah adalah untuk ?

Jawaban 1 :

Motivasi jamaah haji untuk berkunjung ke Madinah adalah untuk melakukan ZIARAH KE MAKAM RASULULLAH (A). Motivasi ini adalah yang paling utama, adapun motivasi lainnya seperti berkunjung ke masjid Quba juga melakukan shalat Arba’in di Masjid Nabawi adalah motivasi lainnya.

Dijawab Oleh :

Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed

Jawaban 2 :

Motivasi jamaah haji untuk berkunjung ke Madinah adalah untuk melakukan ZIARAH KE MAKAM RASULULLAH (A). Motivasi ini adalah yang paling utama, adapun motivasi lainnya seperti berkunjung ke masjid Quba juga melakukan shalat Arba’in di Masjid Nabawi adalah motivasi lainnya.

Dijawab Oleh :

Dra. Nilawati, M.Pd

Penjelasan :

Kecintaan Mendalam kepada Rasulullah SAW: Motivasi Utama

Akar dari seluruh alasan jamaah haji mengunjungi Madinah adalah kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Madinah adalah kota tempat Rasulullah SAW membangun peradaban Islam, menghabiskan sisa hidupnya, dan dimakamkan. Mengunjungi kota ini adalah cara untuk merasakan kedekatan spiritual dengan Sang Nabi.

Keinginan untuk berada di tempat di mana beliau pernah berjalan, berdakwah, dan memimpin umat menjadi daya tarik emosional yang luar biasa. Oleh karena itu, motivasi jamaah haji berkunjung ke Madinah adalah untuk menjawab panggilan hati dan kerinduan untuk menziarahi manusia paling mulia yang pernah ada.

Baca Juga:  Bagaimana cara membaca ta'awudz dan basmalah pada surah at taubah ?

Meneladani Jejak Rasul dan Mengejar Keutamaan Ibadah

Selain didasari oleh cinta, kunjungan ke Madinah juga didorong oleh keinginan kuat untuk meraih keutamaan-keutamaan ibadah yang hanya bisa ditemukan di kota ini. Jamaah datang untuk beribadah di tempat-tempat mustajab yang memiliki nilai sejarah dan pahala yang agung.

Beribadah di Masjid Nabawi yang Penuh Berkah

Pusat kegiatan spiritual di Madinah tentu saja adalah Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun sendiri oleh Rasulullah SAW dan menjadi pusat pemerintahan serta dakwah pada masanya. Keutamaan shalat di dalamnya begitu besar, sebagaimana sabda Nabi:

“Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pahala yang berlipat ganda ini menjadi magnet utama bagi para jamaah untuk memperbanyak shalat fardhu, shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, dan berzikir selama berada di Madinah.

Memanjatkan Doa di Raudhah, Taman Surga

Di dalam kompleks Masjid Nabawi, terdapat sebuah area istimewa yang disebut Raudhah. Tempat ini terletak di antara mimbar dan makam (dahulu rumah) Rasulullah SAW. Raudhah dijuluki sebagai “taman di antara taman-taman surga”.

Berdoa dan shalat di Raudhah diyakini sangat mustajab. Setiap jamaah haji rela mengantre berjam-jam demi bisa merasakan kesempatan beribadah di secuil surga dunia ini, memanjatkan doa dan harapan mereka dengan penuh kekhusyukan.

Menziarahi Makam Rasulullah SAW dan Para Sahabat

Tujuan paling personal dan mengharukan dari kunjungan ke Madinah adalah menziarahi makam Rasulullah SAW. Di samping beliau, bersemayam pula dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. dan Umar bin Khattab ra.

Jamaah datang untuk mengucapkan salam secara langsung kepada junjungan mereka, sebuah momen yang seringkali diiringi air mata haru dan rindu. Momen ini adalah puncak dari ekspresi cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW dan para sahabat yang telah berjuang menegakkan Islam.

Baca Juga:  ular apa yang terpanjang di dunia ?​

Menghidupkan Kembali Sirah Nabawiyah Melalui Ziarah Sejarah

Selain ibadah di Masjid Nabawi, motivasi jamaah haji berkunjung ke Madinah adalah untuk napak tilas perjuangan Islam. Madinah kaya akan situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam Sirah Nabawiyah (sejarah perjalanan hidup Nabi).

Mengunjungi Masjid Quba: Pahala Setara Umrah

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW saat beliau tiba di Madinah setelah hijrah dari Makkah. Masjid ini memiliki keutamaan luar biasa, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan ini menjadikan Masjid Quba destinasi ziarah yang tidak pernah sepi dari jamaah haji dan umrah.

Mengenang Perjuangan di Jabal Uhud

Jabal Uhud atau Gunung Uhud adalah lokasi terjadinya perang besar kedua dalam sejarah Islam. Meskipun kaum muslimin sempat mengalami kekalahan dalam perang ini, kunjungan ke Jabal Uhud bukanlah untuk meratapi kesedihan, melainkan untuk mengambil pelajaran berharga (ibrah).

Makam Para Syuhada Uhud

Di kaki Jabal Uhud, terdapat kompleks pemakaman bagi 70 sahabat yang gugur sebagai syuhada, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib. Berziarah ke sini mengingatkan jamaah akan pengorbanan luar biasa para sahabat demi membela Islam.

Jabal Rumat (Bukit Pemanah)

Sebuah bukit kecil di area Uhud, Jabal Rumat, menjadi saksi pentingnya arti ketaatan pada pemimpin. Di sinilah pasukan pemanah kaum muslimin ditempatkan, dan pelajaran dari peristiwa di bukit ini terus relevan hingga kini.

Merasakan Ketenangan dan Keberkahan Kota Nabi

Berbeda dengan Makkah yang selalu ramai dan dinamis, Madinah menawarkan suasana yang lebih tenang dan damai. Banyak jamaah merasakan sakinah atau ketenangan batin yang luar biasa saat berada di kota ini.

Baca Juga:  Mengapa bangsa indonesia harus mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama ?

Kota Madinah didoakan secara khusus oleh Rasulullah SAW agar diberkahi. Keberkahan ini seolah terpancar dari suasana kota, keramahan penduduknya, hingga rasa damai yang menyelimuti hati setiap pengunjungnya. Menghirup udara dan merasakan atmosfer kota tempat Sang Nabi berdakwah menjadi sebuah pengalaman spiritual tersendiri.

Kesimpulan

Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan “Motivasi jamaah haji berkunjung ke Madinah adalah untuk ?” tidaklah tunggal. Ini adalah sebuah jalinan kompleks dari berbagai dorongan spiritual dan emosional yang saling menguatkan.

Ini adalah tentang cinta kepada Rasulullah SAW, pengejaran pahala berlipat ganda melalui ibadah di tempat-tempat mustajab, keinginan untuk belajar dari sejarah perjuangan Islam secara langsung, serta merasakan kedamaian dan keberkahan yang menyelimuti kota suci ini. Kunjungan ke Madinah adalah penyempurna perjalanan haji, melengkapi dimensi ritual dengan dimensi cinta, sejarah, dan keteladanan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top