Jelaskan pengertian verb to be! dan contohnya !

Jelaskan pengertian verb to be! dan contohnya !

Jawaban 1 :

Verb adalah bentuk kata kerja yang berfungsi untuk menjelaskan tindakan atau keadaan secara langsung atau tidak langsung, terlihat atau tidak terlihat.

contoh: play,eat,drink,run dll

TO BE adalah adalah bagian yang mempunyai fungsi cukup penting dalam penggunaannya yaitu sebagai kata penghubung antara subjek dengan predikat.
contoh: is,am,are,was,were
rumus: S+ TO BE + NOUN

Dijawab Oleh :

Aryani, S.Pd

Jawaban 2 :

Verb adalah bentuk kata kerja yang berfungsi untuk menjelaskan tindakan atau keadaan secara langsung atau tidak langsung, terlihat atau tidak terlihat.

contoh: play,eat,drink,run dll

TO BE adalah adalah bagian yang mempunyai fungsi cukup penting dalam penggunaannya yaitu sebagai kata penghubung antara subjek dengan predikat.
contoh: is,am,are,was,were
rumus: S+ TO BE + NOUN

Dijawab Oleh :

Dra. Nilawati, M.Pd

Penjelasan :

Memahami Konsep Dasar: Apa Sebenarnya Verb ‘To Be’?

Secara fundamental, ‘to be’ adalah kata kerja yang paling dasar dan paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. Kata kerja ini memiliki arti “adalah”, “ialah”, atau terkadang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia, namun berfungsi untuk menjelaskan keberadaan, keadaan, atau identitas suatu subjek.

Berbeda dengan kata kerja biasa, ‘to be’ merupakan irregular verb (kata kerja tidak beraturan). Artinya, bentuknya akan berubah total tergantung pada tense (waktu) dan subjek yang mengikutinya. Inilah yang sering menjadi tantangan utama, karena kita harus menghafal setiap perubahannya, tidak sekadar menambahkan ‘-ed’ untuk bentuk lampau.

Baca Juga:  Kebersihan lingkungan di sekolah merupakan tanggung jawab ?

Bentuk-Bentuk Verb ‘To Be’ yang Wajib Anda Ketahui

Untuk benar-benar menguasai verb ini, Anda perlu mengenali dan menghafal berbagai bentuknya. Mari kita bedah satu per satu berdasarkan tenses yang paling umum digunakan.

‘To Be’ dalam Present Tense (Masa Sekarang)

Dalam bentuk present tense, ‘to be’ terbagi menjadi tiga bentuk utama: am, is, dan are. Penggunaannya ditentukan oleh subjek kalimat.

  • Am: Digunakan khusus untuk subjek orang pertama tunggal, yaitu I (saya).
    • Contoh: I am a student. (Saya adalah seorang siswa).
    • Contoh: I am tired. (Saya lelah).
  • Is: Digunakan untuk subjek orang ketiga tunggal, seperti He (dia laki-laki), She (dia perempuan), It (kata ganti benda/hewan), dan subjek tunggal lainnya (misalnya, the book, a cat, John).
    • Contoh: She is a teacher. (Dia adalah seorang guru).
    • Contoh: The cat is sleeping. (Kucing itu sedang tidur).
  • Are: Digunakan untuk subjek You (kamu, kalian), We (kami, kita), They (mereka), dan semua subjek jamak (plural) lainnya (misalnya, the books, two cats, John and Jane).
    • Contoh: They are my friends. (Mereka adalah teman-temanku).
    • Contoh: You are smart. (Kamu pintar).

‘To Be’ dalam Past Tense (Masa Lampau)

Ketika berbicara tentang kejadian di masa lalu, ‘to be’ berubah bentuk menjadi was dan were.

  • Was: Merupakan bentuk lampau dari am dan is. Digunakan untuk subjek I, He, She, It, dan subjek tunggal lainnya.
    • Contoh: I was at home yesterday. (Saya berada di rumah kemarin).
    • Contoh: He was happy with the result. (Dia senang dengan hasilnya).
  • Were: Merupakan bentuk lampau dari are. Digunakan untuk subjek You, We, They, dan subjek jamak lainnya.
    • Contoh: They were late for the meeting. (Mereka terlambat untuk rapat).
    • Contoh: We were classmates in high school. (Kami adalah teman sekelas di SMA).
Baca Juga:  Apa harapan Bapak/ibu agar proses belajar dan mengajar di sekolah semakin berdampak pada murid ?

‘To Be’ dalam Bentuk Lainnya (Participle & Infinitive)

Selain bentuk present dan past, ‘to be’ juga memiliki bentuk lain yang penting untuk dipahami.

  • Be: Ini adalah bentuk dasar (infinitive) yang biasanya digunakan setelah modal verbs (seperti will, must, should, can).
    • Contoh: You must be quiet. (Kamu harus diam).
  • Being: Ini adalah bentuk present participle (-ing). Digunakan dalam continuous tenses untuk menyatakan sesuatu yang sedang berlangsung.
    • Contoh: He is being funny. (Dia sedang bersikap lucu).
  • Been: Ini adalah bentuk past participle. Digunakan dalam perfect tenses (seperti present perfect dan past perfect).
    • Contoh: I have been to Bali. (Saya sudah pernah ke Bali).

Fungsi Utama ‘To Be’ dalam Kalimat dan Contohnya

Sekarang setelah mengenal bentuk-bentuknya, mari kita bedah lebih dalam fungsi utama to be adalah dan contohnya dalam struktur kalimat. Secara garis besar, ‘to be’ memiliki dua peran utama.

Sebagai Kata Kerja Utama (Main Verb)

Ketika ‘to be’ menjadi satu-satunya kata kerja dalam sebuah klausa, ia berfungsi sebagai main verb. Fungsinya adalah untuk menghubungkan subjek dengan informasi tentang subjek tersebut (subject complement).

Menjelaskan Identitas atau Profesi

‘To be’ digunakan untuk menyatakan siapa atau apa subjek itu.

  • She is an engineer. (Dia adalah seorang insinyur).
  • My father was a soldier. (Ayah saya dulunya adalah seorang tentara).
  • This is my new car. (Ini adalah mobil baru saya).

Mendeskripsikan Sifat, Kondisi, atau Keadaan

‘To be’ juga berfungsi untuk mendeskripsikan kualitas, perasaan, usia, atau kondisi fisik dari subjek.

  • The flowers are beautiful. (Bunga-bunga itu indah).
  • I am thirsty. (Saya haus).
  • The weather was cold last night. (Cuacanya dingin tadi malam).
  • He is 25 years old. (Dia berusia 25 tahun).
Baca Juga:  Bagaimana cara penulisan alamat dibawah dalam bahasa Inggris ? Perumahan Gajahmada Blok C No. 6, Jalan Mangga, Bandung

Sebagai Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verb)

‘To be’ juga dapat berperan sebagai auxiliary verb atau kata kerja bantu. Artinya, ia bekerja sama dengan kata kerja utama lain untuk membentuk tenses atau struktur kalimat tertentu.

  • Membentuk Continuous Tenses: ‘To be’ digunakan bersama verb-ing untuk menunjukkan aksi yang sedang berlangsung.
    • Pola: Subjek + to be (am/is/are/was/were) + Verb-ing
    • Contoh: She is studying English. (Dia sedang belajar bahasa Inggris).
    • Contoh: They were playing football when it rained. (Mereka sedang bermain sepak bola ketika hujan turun).
  • Membentuk Kalimat Pasif (Passive Voice): ‘To be’ digunakan bersama past participle (Verb 3) untuk menunjukkan bahwa subjek adalah penerima aksi, bukan pelaku.
    • Pola: Subjek + to be (am/is/are/was/were) + Verb 3
    • Contoh: The letter was written by him. (Surat itu ditulis olehnya).
    • Contoh: This room is cleaned every day. (Ruangan ini dibersihkan setiap hari).

Kapan Tidak Menggunakan ‘To Be’? Kesalahan Umum Pemula

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pembelajar Bahasa Indonesia adalah menyisipkan ‘to be’ sebelum kata kerja aksi dalam kalimat simple present atau simple past.

  • Salah: I am go to school.
  • Benar: I go to school.

Ingat, dalam kalimat simple present dan simple past yang aktif, jika sudah ada kata kerja utama (seperti go, study, eat, play), Anda tidak memerlukan ‘to be’ (am, is, are, was, were) sebagai pembantu. ‘To be’ hanya digunakan sebagai pembantu dalam continuous tense atau passive voice.

Kesimpulan

Verb ‘to be’ adalah elemen esensial dalam bahasa Inggris yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara subjek dan deskripsinya, serta sebagai kata kerja bantu dalam struktur kalimat yang lebih kompleks. Mengingat bentuk-bentuknya—am, is, are untuk masa sekarang; was, were untuk masa lampau; serta be, being, been untuk konteks lainnya—adalah langkah pertama menuju penguasaan.

Kunci utamanya adalah latihan yang konsisten. Perbanyak membaca, mendengarkan, dan mencoba membuat kalimat sendiri. Dengan pemahaman yang solid tentang apa to be adalah dan contohnya, Anda akan selangkah lebih maju dalam perjalanan menguasai bahasa Inggris dengan fasih dan akurat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top