Apa ayat tentang jagalah dirimu dan keluargamu ?

Apa ayat tentang jagalah dirimu dan keluargamu ?

Jawaban 1 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dijawab Oleh :

Sugiamma, M.Pd

Jawaban 2 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dijawab Oleh :

Susi Ferawati, S.Pd

Penjelasan :

Ayat Perintah Menjaga Diri dan Keluarga: Surat At-Tahrim Ayat 6

Pondasi utama dari kewajiban menjaga keluarga dari siksa akhirat tertuang dengan jelas dalam Al-Qur’an. Ayat yang secara spesifik memerintahkan hal ini adalah Surat At-Tahrim ayat 6. Ayat ini menjadi landasan bagi setiap muslim untuk menyadari betapa besar tanggung jawab yang diembannya.

Baca Juga:  Suatu sikap suka mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain karena dirinya merasa yang paling baik disebut​ ?

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nāraw waqūduhan-nāsu wal-ḥijāratu ‘alaihā malā’ikatun gilāẓun syidādul lā ya‘ṣūnallāha mā amarahum wa yaf‘alūna mā yu’marūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargammu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Makna Mendalam di Balik Perintah ‘Jagalah Dirimu dan Keluargamu’

Ayat di atas tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebuah seruan penuh kasih dari Allah SWT. Di dalamnya terkandung makna yang sangat dalam mengenai prioritas dan lingkup tanggung jawab seorang hamba. Tugas utama seorang Muslim adalah jaga keluarga dari api neraka, dan ini dimulai dari diri sendiri.

Memulai dari Diri Sendiri: Fondasi Utama Perlindungan

Perintah dalam ayat tersebut diawali dengan frasa “qū anfusakum” yang berarti “peliharalah dirimu”. Ini menunjukkan bahwa proses perlindungan harus dimulai dari internal. Mustahil seseorang bisa menyelamatkan orang lain jika dirinya sendiri belum selamat.

Seorang kepala keluarga harus terlebih dahulu membekali dirinya dengan ilmu agama yang benar, mengamalkan ketaatan, dan menjauhi segala larangan Allah. Ia harus menjadi cerminan kesalehan bagi keluarganya. Bagaimana mungkin ia bisa mengajak keluarganya shalat jika ia sendiri lalai?

Tanggung Jawab terhadap Keluarga: Amanah yang Besar

Setelah berhasil menjaga diri sendiri, tanggung jawab selanjutnya meluas kepada “wa ahlīkum” atau “dan keluargamu”. Ini mencakup pasangan, anak-anak, dan siapa pun yang berada di bawah tanggungannya. Ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak.

Baca Juga:  Terjemahkan huruf pego ini kedalam bahasa indonesia !

Tanggung jawab ini bukan hanya tentang menafkahi secara materi, tetapi yang lebih penting adalah menafkahi jiwa dan rohani mereka. Memastikan mereka mengenal Allah, mencintai Rasul-Nya, dan menjalankan ajaran Islam adalah inti dari kewajiban ini.

Gambaran Api Neraka dalam Surat At-Tahrim

Untuk menekankan betapa pentingnya perintah ini, Allah memberikan gambaran singkat namun dahsyat tentang neraka. Bahan bakarnya bukanlah kayu, melainkan manusia dan batu, yang menunjukkan betapa panas dan mengerikannya siksaan tersebut.

Ditambah lagi, penjaganya adalah malaikat yang kasar dan keras, yang tidak memiliki sedikit pun belas kasihan dan patuh sepenuhnya pada perintah Allah. Gambaran ini seharusnya cukup untuk menggetarkan hati setiap orang beriman agar lebih serius dalam upaya jaga keluarga dari api neraka.

Cara Praktis untuk Jaga Keluarga dari Api Neraka

Menjalankan perintah agung ini memerlukan usaha yang nyata dan konsisten. Ini bukanlah tugas yang bisa dilakukan sambil lalu, melainkan sebuah proyek seumur hidup yang membutuhkan kesabaran, ilmu, dan doa.

Membangun Fondasi Tauhid dan Akidah yang Kuat

Langkah pertama dan paling fundamental adalah menanamkan akidah yang lurus di dalam hati setiap anggota keluarga. Ajarkan mereka tentang keesaan Allah (Tauhid), kenalkan mereka pada nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta jelaskan bahwa hanya kepada-Nya kita menyembah dan memohon pertolongan.

Fondasi tauhid yang kokoh adalah perisai utama yang akan melindungi mereka dari kesyirikan dan penyimpangan. Inilah bekal terbaik untuk menyelamatkan diri dari kekekalan api neraka.

Mendidik dengan Ilmu Agama dan Akhlak Mulia

Pendidikan adalah kunci. Orang tua wajib memberikan pendidikan agama yang memadai kepada anak-anaknya. Proses ini meliputi beberapa aspek penting.

Mengajarkan Shalat dan Ibadah Lainnya

Shalat adalah tiang agama. Ajarkan anak-anak tentang tata cara shalat sejak dini dan ajak mereka untuk melaksanakannya secara berjamaah. Biasakan mereka dengan ibadah lain seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Kebiasaan beribadah yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi benteng bagi mereka di masa dewasa.

Baca Juga:  Allah azza jalla dzikruhu jika ditulis dalam arab adalah ?

Memberikan Teladan yang Baik (Uswatun Hasanah)

Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teladan yang baik dalam segala hal. Tunjukkan akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, kedermawanan, dan sikap lemah lembut dalam kehidupan sehari-hari.

Usaha dan Doa: Keseimbangan dalam Ikhtiar

Setelah semua usaha dan ikhtiar dilakukan, penting untuk menyadari bahwa hasil akhir ada di tangan Allah. Hidayah adalah murni milik-Nya. Tugas kita sebagai manusia adalah berusaha semaksimal mungkin, mendidik dengan cara terbaik, dan memberikan contoh yang paling baik.

Sertai setiap usaha tersebut dengan doa yang tiada henti. Panjatkan doa kepada Allah agar Dia senantiasa menjaga, melindungi, dan memberikan hidayah kepada seluruh anggota keluarga kita. Doa adalah senjata terkuat orang mukmin dalam ikhtiarnya untuk jaga keluarga dari api neraka.

Kesimpulan

Perintah dalam Surat At-Tahrim ayat 6 adalah panggilan suci bagi setiap individu yang mengaku beriman. Ini adalah wujud cinta tertinggi seorang kepala keluarga kepada anggota keluarganya—cinta yang tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan dunia, tetapi juga keselamatan abadi di akhirat.

Tanggung jawab untuk jaga keluarga dari api neraka adalah sebuah maraton, bukan sprint. Ia menuntut keistiqomahan, kesabaran, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Semoga kita semua dimampukan oleh Allah SWT untuk menjadi penjaga bagi diri kita dan keluarga kita, sehingga kita dapat berkumpul kembali bersama mereka di dalam surga-Nya. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top