Yesus menampakan diri pada para murid selama ?

Yesus menampakan diri pada para murid selama ?

Jawaban 1 :

40 hari.

Dijawab Oleh :

Dr. Yohanes Nong Loar, M.Pd

Jawaban 2 :

40 hari.

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Penjelasan :

Periode 40 Hari: Waktu Penampakan Yesus Setelah Kebangkitan

Menurut catatan Alkitab, khususnya dalam Kisah Para Rasul 1:3, Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Angka 40 hari ini memiliki makna simbolis yang kuat dalam Alkitab, sering kali menandakan periode pengujian, persiapan, atau transisi penting.

Dalam kurun waktu ini, Yesus tidak tinggal bersama mereka secara permanen seperti sebelumnya. Ia datang dan pergi secara misterius, namun setiap penampakan-Nya selalu bertujuan untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar hidup dan untuk mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah. Periode ini adalah masa transisi krusial dari pelayanan Yesus di bumi menuju pelayanan para rasul yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Penampakan-Penampakan Awal Sebelum Peristiwa di Tiberias

Sebelum Yesus menampakan diri di danau Tiberias, Ia telah beberapa kali bertemu dengan para pengikut-Nya. Pertemuan-pertemuan awal ini sangat penting untuk membangun kembali iman dan menghilangkan keraguan mereka.

Kepada Maria Magdalena

Penampakan pertama yang tercatat adalah kepada Maria Magdalena di dekat kubur yang kosong (Yohanes 20:11-18). Dalam kesedihannya, Maria awalnya tidak mengenali Yesus dan mengira-Nya adalah penunggu taman. Momen pengenalan yang emosional ini menjadikannya saksi pertama kebangkitan Kristus.

Baca Juga:  Jelaskan mengapa positioning penting ?​

Kepada Para Murid Tanpa Tomas

Pada malam hari kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada para murid yang sedang berkumpul dalam ketakutan di sebuah ruangan terkunci (Yohanes 20:19-23). Ia menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya sambil mengucapkan, “Damai sejahtera bagi kamu!” Pertemuan ini meneguhkan mereka dan memberikan mandat pengampunan dosa.

Kepada Tomas yang Ragu

Delapan hari kemudian, Yesus kembali menampakkan diri di tempat yang sama, kali ini bersama Tomas yang sebelumnya menyatakan tidak akan percaya sebelum melihat dan menyentuh luka-luka Yesus (Yohanes 20:24-29). Yesus secara khusus mengundang Tomas untuk membuktikan sendiri, yang berujung pada pengakuan iman Tomas yang terkenal, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Puncak Kisah: Yesus Menampakan Diri di Danau Tiberias

Peristiwa saat Yesus menampakan diri di danau Tiberias, yang juga dikenal sebagai Laut Galilea, dicatat secara rinci dalam Injil Yohanes pasal 21. Kisah ini memiliki nuansa yang berbeda; lebih personal, tenang, dan berfokus pada pemulihan serta panggilan.

Latar Belakang: Keputusasaan Para Murid

Setelah peristiwa-peristiwa di Yerusalem, beberapa murid kembali ke Galilea, ke kehidupan lama mereka sebagai nelayan. Dipimpin oleh Simon Petrus yang berkata, “Aku pergi menangkap ikan,” mereka melaut semalaman namun tidak mendapatkan seekor ikan pun. Momen ini merefleksikan perasaan hampa dan ketidakpastian mereka.

Momen Penampakan dan Keajaiban Ikan

Saat fajar menyingsing, seorang pria berdiri di pantai dan berseru kepada mereka, menanyakan hasil tangkapan mereka. Tanpa mengenali-Nya, para murid menjawab bahwa mereka tidak mendapatkan apa-apa.

Perintah dari Tepi Pantai

Pria itu kemudian memberikan perintah sederhana namun spesifik: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Meskipun mungkin terdengar aneh bagi nelayan berpengalaman, mereka menaatinya.

Baca Juga:  Sebutkan manfaat cerita dongeng bagi anak-anak ​?

153 Ekor Ikan: Mukjizat yang Membuka Mata

Seketika, jala mereka dipenuhi oleh begitu banyak ikan—tepatnya 153 ekor ikan besar—hingga mereka kesulitan menariknya. Mukjizat ini mengingatkan mereka pada peristiwa serupa di awal pelayanan Yesus. Yohanes, murid yang dikasihi-Nya, adalah yang pertama sadar dan berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Momen pengenalan inilah inti dari kisah Yesus menampakan diri di danau Tiberias.

Makna Mendalam di Balik Jamuan Pagi di Pantai

Setelah Petrus dengan antusias berenang ke darat, mereka menemukan Yesus telah menyiapkan sarapan roti dan ikan di atas api arang. Jamuan pagi yang sederhana ini sarat dengan makna teologis yang mendalam, terutama bagi Petrus.

Pemulihan Petrus

Api arang yang sama mungkin mengingatkan Petrus pada malam penyangkalannya. Di hadapan api arang itulah, Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Setiap jawaban “ya” dari Petrus dibalas oleh Yesus dengan perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Tiga pertanyaan ini memulihkan tiga penyangkalan Petrus, memberinya pengampunan total dan kepercayaan baru.

Panggilan untuk Menggembalakan

Perintah “Gembalakanlah domba-domba-Ku” adalah sebuah panggilan ulang. Yesus mengalihkan fokus Petrus dari menjala ikan menjadi “menjala manusia” atau memelihara umat Allah. Ini adalah peneguhan kembali perannya sebagai pemimpin di antara para rasul dan fondasi gereja mula-mula. Kisah Yesus menampakan diri di danau Tiberias secara fundamental adalah tentang komisi penggembalaan.

Kesimpulan

Penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya, yang berlangsung selama 40 hari, adalah periode vital yang menguatkan, mengajar, dan mempersiapkan para murid untuk misi besar di hadapan mereka. Setiap penampakan memiliki tujuan spesifik, dari membuktikan kebangkitan hingga memberikan Roh Kudus.

Namun, momen ketika Yesus menampakan diri di danau Tiberias memegang tempat istimewa. Ini bukan hanya tentang mukjizat penangkapan ikan, tetapi tentang anugerah, pemulihan pribadi, dan penegasan kembali panggilan. Melalui sarapan di tepi danau, Yesus menunjukkan bahwa kegagalan di masa lalu tidak mendefinisikan masa depan, dan kasih-Nya sanggup memulihkan siapa pun untuk melayani tujuan-Nya yang mulia.

Baca Juga:  Sebuah reklame pasti membuat sebuah ?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top