Persamaan dan perbedaan acces point,router,gateway ?
Jawaban 1 :
Perbedaan utama antara Wireless Access Point dan Wireless Router terletak pada fungsi firewall (NAT) disamping fitur security. Pada umumnya wireless access point tidak mempunyai fitur NAT atau fitur firewall, akan tetapi wireless roter mempunyai fitur NAT firewall dan security lainnya.
Dijawab Oleh :
Dra. Nilawati, M.Pd
Jawaban 2 :
Perbedaan utama antara Wireless Access Point dan Wireless Router terletak pada fungsi firewall (NAT) disamping fitur security. Pada umumnya wireless access point tidak mempunyai fitur NAT atau fitur firewall, akan tetapi wireless roter mempunyai fitur NAT firewall dan security lainnya.
Dijawab Oleh :
Drs. Rochadi Arif Purnawan, M.Biomed
Penjelasan :
Memahami Tiga Pilar Jaringan: Access Point, Router, dan Gateway
Sebelum menyelami perbedaannya, mari kita kenali terlebih dahulu fungsi dasar dari setiap perangkat. Anggap saja ketiganya sebagai tim yang bekerja sama untuk menyajikan koneksi internet ke perangkat Anda.
Apa itu Access Point (AP)?
Access Point (AP), atau Titik Akses, adalah perangkat yang menciptakan jaringan area lokal nirkabel (Wireless Local Area Network atau WLAN). Fungsi utamanya sangat sederhana: mengubah sinyal internet dari kabel (jaringan kabel/wired) menjadi sinyal nirkabel (Wi-Fi).
Anda bisa membayangkan AP sebagai sebuah “pengeras suara” untuk sinyal Wi-Fi. Ia mengambil koneksi internet yang sudah ada dari router atau switch dan menyiarkannya agar perangkat seperti laptop, smartphone, dan tablet dapat terhubung tanpa kabel. AP tidak menciptakan jaringan baru; ia hanya memperluas jangkauan jaringan yang sudah ada.
Apa itu Router?
Router, atau Perute, adalah otak dari jaringan Anda. Jika AP adalah pengeras suara, maka router adalah “polisi lalu lintas” yang mengatur aliran data. Fungsi utamanya adalah menghubungkan beberapa jaringan dan mengarahkan paket data di antara mereka.
Router menghubungkan jaringan lokal Anda (Local Area Network atau LAN) ke jaringan yang lebih luas seperti internet (Wide Area Network atau WAN). Perangkat inilah yang menerima koneksi dari modem Internet Service Provider (ISP) Anda dan mendistribusikannya ke semua perangkat di rumah atau kantor, baik melalui kabel (Ethernet) maupun nirkabel (Wi-Fi).
Apa itu Gateway?
Gateway, atau Gerbang Jaringan, adalah titik masuk dan keluar dari sebuah jaringan. Ia bertindak sebagai “penjaga gerbang” yang memungkinkan komunikasi antara dua jaringan yang menggunakan protokol yang berbeda.
Dalam konteks jaringan rumahan, fungsi gateway hampir selalu sudah terintegrasi di dalam router. Ketika router Anda menghubungkan jaringan lokal (LAN) di rumah ke jaringan internet (WAN) milik ISP, ia sedang bertindak sebagai gateway. Jadi, untuk sebagian besar pengguna, router modern adalah perangkat gabungan yang juga berfungsi sebagai gateway.
Perbedaan Access Point dan Router: Fokus Utama yang Sering Membingungkan
Inilah bagian yang paling krusial. Meskipun keduanya sama-sama memancarkan sinyal Wi-Fi, perbedaan access point dan router terletak pada fungsi inti dan kecerdasan yang dimilikinya.
Fungsi Inti: Mengelola atau Hanya Menyebarkan Sinyal?
Perbedaan paling fundamental adalah pada peran manajemen jaringan.
- Router: Bertugas mengelola jaringan secara aktif. Router membuat jaringan lokal (LAN), memberikan alamat IP unik ke setiap perangkat yang terhubung (melalui DHCP), dan mengarahkan lalu lintas data antara LAN dan internet.
- Access Point: Hanya bertugas menyebarkan sinyal dari jaringan yang sudah ada. AP tidak membuat jaringan baru dan tidak memberikan alamat IP. Ia bergantung pada router untuk melakukan semua tugas manajemen tersebut.
Secara sederhana, sebuah access point tidak bisa berfungsi tanpa adanya router, tetapi sebuah router (yang memiliki fungsi Wi-Fi) bisa berfungsi tanpa access point tambahan.
Fitur dan Kemampuan Lanjutan
Perbedaan fungsionalitas ini tercermin dalam fitur yang ditawarkan oleh masing-masing perangkat.
Kemampuan Khas Router
Router adalah perangkat canggih yang dilengkapi dengan berbagai fitur manajemen dan keamanan, seperti:
- DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol): Secara otomatis memberikan alamat IP kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Inilah alasan mengapa Anda bisa langsung terhubung ke Wi-Fi tanpa perlu pengaturan manual.
- NAT (Network Address Translation): Mengamankan jaringan lokal Anda dengan “menyembunyikan” alamat IP privat perangkat Anda di belakang satu alamat IP publik. Ini adalah fitur keamanan dasar yang krusial.
- Firewall: Melindungi jaringan Anda dari akses tidak sah dan ancaman dari internet dengan memfilter lalu lintas data yang masuk dan keluar.
- Quality of Service (QoS): Memungkinkan Anda memprioritaskan lalu lintas data untuk aplikasi tertentu, misalnya memprioritaskan game online atau video call agar tidak terganggu oleh aktivitas download.
Kemampuan Khas Access Point
Access Point memiliki fitur yang jauh lebih sederhana dan terfokus pada konektivitas nirkabel:
- Penyedia Koneksi Nirkabel: Fungsi utamanya adalah menyediakan koneksi Wi-Fi untuk perangkat.
- Manajemen SSID: Memungkinkan pembuatan satu atau lebih nama jaringan Wi-Fi (SSID).
- Keamanan Nirkabel: Mendukung protokol keamanan seperti WPA2 atau WPA3 untuk mengenkripsi koneksi Wi-Fi.
AP tidak memiliki fitur DHCP, NAT, atau firewall. Semua tugas berat tersebut diserahkan kepada router.
Kapan Anda Membutuhkan Masing-Masing Perangkat?
Memahami perbedaan access point dan router akan membantu Anda menentukan perangkat mana yang Anda butuhkan sesuai dengan skenario penggunaan.
Skenario Penggunaan Access Point
Anda membutuhkan access point jika:
- Memperluas Jangkauan Wi-Fi: Di rumah besar, gedung bertingkat, atau kantor luas, sinyal Wi-Fi dari satu router sering kali tidak cukup. Menambahkan satu atau lebih AP di area “blank spot” adalah solusi terbaik untuk memastikan cakupan sinyal yang merata.
- Menangani Banyak Pengguna: Di lingkungan padat seperti kafe, hotel, atau ruang acara, satu router bisa kewalahan. Menempatkan beberapa AP akan mendistribusikan beban koneksi sehingga performa jaringan tetap stabil bagi semua orang.
- Menggunakan Jaringan Kabel: Jika Anda hanya memiliki koneksi internet via kabel Ethernet di sebuah ruangan dan ingin menambahkan konektivitas Wi-Fi di sana.
Skenario Penggunaan Router
Anda membutuhkan router (atau perangkat modem-router combo dari ISP) di hampir setiap situasi di mana Anda ingin menghubungkan rumah atau kantor kecil ke internet. Router adalah perangkat pertama yang terhubung ke modem Anda dan menjadi pusat dari seluruh jaringan lokal Anda.
Persamaan yang Perlu Diketahui
Meskipun berbeda, ada beberapa persamaan yang sering menyebabkan kebingungan:
- Konektivitas Nirkabel: Keduanya sama-sama dapat memancarkan sinyal Wi-Fi. Hampir semua router modern yang dijual untuk konsumen rumahan memiliki fungsi access point yang terintegrasi di dalamnya.
- Tampilan Fisik: Secara fisik, keduanya bisa terlihat sangat mirip, seringkali berupa kotak dengan beberapa antena eksternal.
- Port Ethernet: Keduanya biasanya memiliki port Ethernet, meskipun fungsinya berbeda. Pada router, ada port WAN (untuk koneksi internet) dan beberapa port LAN. Pada AP, biasanya hanya ada satu port LAN untuk menerima koneksi dari router.
Kesimpulan
Pada akhirnya, memahami perbedaan access point dan router bermuara pada pemahaman peran mereka: router adalah manajer (otak), sementara access point adalah penyebar (suara). Router menciptakan dan mengelola jaringan, mengatur lalu lintas, dan menyediakan keamanan. Di sisi lain, access point hanyalah perpanjangan tangan dari router yang bertugas menyebarkan sinyal Wi-Fi ke area yang lebih luas.
Sementara itu, gateway adalah fungsi jembatan ke dunia luar yang pada umumnya sudah menyatu di dalam router modern. Dengan mengetahui perbedaan ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat membangun atau memperluas jaringan nirkabel Anda, memastikan setiap sudut ruangan mendapatkan koneksi yang cepat dan andal.
