Tuliskan hadits tentang Ridho allah tergantung kepada keridhoan orangtua ?

Tuliskan hadits tentang Ridho allah tergantung kepada keridhoan orangtua ?

Jawaban 1 :

Tulisan dari lafadz hadis yang menjelaskan bahwa ridha Allah salah satunya tergandung dari ridha kedua orang tua menggunakan huruf hijaiyah adalah رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ. Lafadz hadis رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ merupakan salah satu hadis qauliyah ( hadis yang bersumber atau disandarkan kepada perkataan atau ucapan Nabi Muhammad) yang diriwayatkan oleh imam Tirmidhi. Hadis tersebut menjelasan mengenai sangat penting selalu berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu kepada ibu dan ayah, sehingga mendapat ridha dari kedua orang tua dalam menjalani kehidupan dan membuat kita lebih mudah untuk mendapat ridha Allah.

Dijawab Oleh :

Dr. Yohanes Nong Loar, M.Pd

Jawaban 2 :

Tulisan dari lafadz hadis yang menjelaskan bahwa ridha Allah salah satunya tergandung dari ridha kedua orang tua menggunakan huruf hijaiyah adalah رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ. Lafadz hadis رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ merupakan salah satu hadis qauliyah ( hadis yang bersumber atau disandarkan kepada perkataan atau ucapan Nabi Muhammad) yang diriwayatkan oleh imam Tirmidhi. Hadis tersebut menjelasan mengenai sangat penting selalu berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu kepada ibu dan ayah, sehingga mendapat ridha dari kedua orang tua dalam menjalani kehidupan dan membuat kita lebih mudah untuk mendapat ridha Allah.

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Penjelasan :

Bunyi Hadits Ridho Allah Tergantung Ridho Orang Tua

Hadits yang menjadi landasan utama mengenai hubungan antara keridhoan Allah dan keridhoan orang tua sangatlah masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga:  Jelaskan peran dan fungsi agama dalam kehidupan manusia ?

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridhollah fi ridhol walid, wa sakhotulloh fi sakhotil walid.

Artinya: “Ridho Rabb (Allah) ada pada ridho kedua orang tua, dan murka-Nya ada pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim. Hadits ini dinilai shahih oleh para ulama).

Hadits ini secara lugas dan tegas menyatakan adanya korelasi langsung antara sikap kita kepada orang tua dengan penilaian Allah SWT kepada kita. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang tua dalam ajaran Islam.

Makna Mendalam di Balik Hadits

Kandungan hadits di atas jauh lebih dalam dari sekadar terjemahan literalnya. Di dalamnya terkandung pilar-pilar penting dalam membangun hubungan vertikal kepada Allah (habluminallah) dan hubungan horizontal kepada manusia (habluminannas), khususnya kepada orang yang paling berjasa dalam hidup kita.

Ridho Orang Tua sebagai Pintu Gerbang Ridho Allah

Hadits ini mengibaratkan keridhoan orang tua sebagai gerbang utama untuk meraih keridhoan Allah. Jika seorang anak berhasil membuat orang tuanya senang, tulus, dan ikhlas kepadanya, maka ia sesungguhnya sedang membuka pintu rahmat Allah untuk dirinya. Konsep ridho orang tua ridho Allah adalah sebuah formula pasti yang diajarkan oleh Rasulullah.

Mencari keridhoan Allah dengan mengabaikan perasaan dan hak orang tua adalah sebuah kesia-siaan. Sebaliknya, membahagiakan mereka dalam koridor syariat adalah salah satu jalan pintas termudah untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya.

Cermin Ketaatan kepada Sang Pencipta

Bakti kepada orang tua, atau yang dikenal dengan istilah birrul walidain, bukanlah sekadar norma sosial atau balas budi, melainkan sebuah bentuk ibadah. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua seringkali disandingkan langsung dengan perintah untuk menyembah Allah dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surat Al-Isra ayat 23.

Baca Juga:  Bangkai binatang yang halal dimakan Adalah ?

Ini mengisyaratkan bahwa ketaatan dan penghormatan kepada orang tua adalah cerminan dari ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya. Ketika seorang anak berjuang meraih ridho orang tuanya, ia pada hakikatnya sedang menjalankan perintah Allah secara langsung.

Murka Orang Tua, Murka Allah Jua

Sisi lain dari hadits ini adalah sebuah peringatan yang keras. Bagian “dan murka-Nya ada pada murka kedua orang tua” menunjukkan betapa berbahayanya menyakiti atau membuat orang tua marah. Kemurkaan mereka dapat menjadi sebab datangnya kemurkaan Allah.

Durhaka kepada orang tua (‘uququl walidain) tergolong sebagai salah satu dosa besar dalam Islam. Hal ini karena melukai hati mereka sama dengan menentang perintah Allah dan mengundang azab-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Implementasi Konsep “Ridho Orang Tua Ridho Allah” dalam Kehidupan Sehari-hari

Memahami hadits ini tidak akan lengkap tanpa mengaplikasikannya dalam tindakan nyata. Konsep ridho orang tua ridho Allah harus menjadi panduan dalam setiap interaksi kita dengan mereka.

Komunikasi yang Penuh Hormat

Komunikasi adalah kunci. Cara kita berbicara kepada orang tua mencerminkan tingkat penghormatan kita. Beberapa adab yang perlu dijaga antara lain:

  • Menjaga Nada Bicara: Selalu berbicara dengan suara yang lembut dan tidak lebih tinggi dari suara mereka.
  • Menggunakan Kata-kata Sopan: Hindari kata-kata kasar, membentak, atau mengatakan “ah” yang menunjukkan keengganan.
  • Mendengarkan dengan Saksama: Berikan perhatian penuh saat mereka berbicara dan jangan memotong pembicaraan mereka.
  • Meminta Izin dan Nasihat: Melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan penting adalah bentuk penghormatan yang luar biasa.

Tindakan Nyata Penuh Kasih Sayang

Bakti tidak cukup dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan. Cara berbakti tentu berbeda tergantung kondisi orang tua.

Saat Orang Tua Masih Hidup

Selama mereka masih bersama kita, kesempatan untuk meraih ridho mereka terbuka sangat lebar. Beberapa caranya adalah:

  1. Membantu Pekerjaan Mereka: Meringankan beban fisik mereka, baik dalam pekerjaan rumah tangga maupun urusan lainnya.
  2. Merawat Saat Sakit: Menjadi garda terdepan dalam merawat dan memastikan kesehatan mereka terjaga.
  3. Memberikan Nafkah: Jika sudah mampu, memberikan sebagian rezeki untuk memenuhi kebutuhan mereka adalah sebuah kemuliaan.
  4. Selalu Mendoakan: Jangan pernah putus mendoakan kebaikan, kesehatan, dan ampunan untuk mereka di setiap shalat.
Baca Juga:  Bagaimana cara membaca ta'awudz dan basmalah pada surah at taubah ?

Saat Orang Tua Telah Tiada

Bakti tidak terputus oleh kematian. Jalan untuk meraih ridho mereka tetap terbuka melalui amalan-amalan berikut:

  1. Mendoakan Ampunan: Terus memohonkan ampunan dan rahmat Allah untuk mereka.
  2. Melunasi Utang dan Janji: Jika mereka meninggalkan utang atau janji yang belum tertunaikan, menjadi kewajiban anak untuk menyelesaikannya.
  3. Menyambung Silaturahmi: Menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sahabat dekat orang tua semasa hidupnya.
  4. Bersedekah Atas Nama Mereka: Melakukan amal jariyah yang pahalanya diniatkan untuk mereka.

Bagaimana Jika Orang Tua Mengajak kepada Maksiat?

Islam adalah agama yang adil dan seimbang. Ketaatan kepada orang tua memiliki batasan yang jelas, yaitu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Jika orang tua menyuruh anaknya untuk melakukan perbuatan syirik atau maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk taat.

Allah berfirman dalam Surat Luqman ayat 15 yang artinya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

Ayat ini memberikan panduan yang sempurna. Tolaklah ajakan maksiat tersebut dengan cara yang baik, sopan, dan tanpa menyakiti hati mereka. Kewajiban untuk memperlakukan mereka dengan hormat dan kasih sayang dalam urusan duniawi tetap berlaku.

Kesimpulan

Hadits tentang ridho orang tua ridho Allah adalah pedoman agung yang mengingatkan kita bahwa jalan menuju surga bisa jadi terbentang di bawah telapak kaki ibu dan dalam senyum tulus seorang ayah. Menjadikan keridhoan mereka sebagai prioritas adalah investasi terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dengan berbakti kepada mereka, kita tidak hanya sedang membalas jasa mereka yang tak terhingga, tetapi juga sedang menaati perintah Allah dan mengetuk pintu rahmat-Nya. Semoga kita semua dimampukan untuk menjadi anak yang berbakti, yang senantiasa menjadi penyebab turunnya ridho Allah melalui keridhoan kedua orang tua kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top