Berikut ini merupakan peralatan keselamatan dalam laboratorium, kecuali ?

Berikut ini merupakan peralatan keselamatan dalam laboratorium, kecuali ?

Jawaban 1 :

kacamata pelindung, topi, dan jas lab

Dijawab Oleh :

Aryani, S.Pd

Jawaban 2 :

kacamata pelindung, topi, dan jas lab

Dijawab Oleh :

Arif Kuswandi, S.Pd.I

Penjelasan :

Mengapa Mengenali Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium Sangat Penting?

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Setiap aktivitas, mulai dari mencampur larutan hingga memanaskan sampel, memiliki potensi bahaya. Tanpa pengetahuan yang memadai, seorang praktikan dapat membahayakan diri sendiri, rekan kerja, dan bahkan lingkungan sekitar.

Inilah mengapa mengenali setiap alat keselamatan kerja di laboratorium menjadi sangat krusial. Alat-alat ini dirancang secara spesifik untuk menjadi garda terdepan dalam mitigasi risiko. Mengetahui fungsi, lokasi, dan cara penggunaan alat-alat ini dapat membuat perbedaan antara insiden kecil yang terkendali dengan bencana besar. Pengenalan ini membentuk budaya keselamatan yang proaktif, bukan reaktif.

Kategori Utama Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium

Secara umum, alat keselamatan kerja di laboratorium dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama berdasarkan fungsinya. Memahami kategori ini membantu kita mengidentifikasi peralatan yang tepat untuk setiap situasi, baik untuk pencegahan rutin maupun penanganan darurat.

Alat Pelindung Diri (APD)

APD adalah perlengkapan yang wajib dikenakan oleh setiap individu yang berada di dalam laboratorium untuk melindungi tubuh dari paparan langsung zat berbahaya. Ini adalah lapisan pertahanan pertama dan paling personal.

  • Jas Laboratorium (Jas Lab): Melindungi kulit dan pakaian dari percikan bahan kimia. Jas lab yang baik terbuat dari bahan yang tahan api dan bahan kimia.
  • Kacamata Keselamatan (Safety Goggles): Wajib digunakan untuk melindungi mata dari percikan cairan, uap, atau serpihan benda padat. Kacamata biasa tidak cukup memberikan perlindungan.
  • Sarung Tangan (Gloves): Melindungi tangan dari kontak langsung dengan bahan kimia korosif, zat iritan, atau material biologis. Terdapat berbagai jenis sarung tangan (nitril, lateks, karet) yang disesuaikan dengan jenis bahan yang ditangani.
  • Sepatu Keselamatan (Safety Shoes): Sepatu yang digunakan harus menutupi seluruh bagian kaki (sepatu tertutup) untuk melindungi dari tumpahan bahan kimia atau kejatuhan benda tajam/berat.
  • Masker atau Respirator: Digunakan untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan debu, uap, atau gas beracun. Jenisnya bervariasi tergantung tingkat bahaya zat yang dihadapi.
Baca Juga:  Disebut apa kah bagian terkecil dari suatu benda ?

Peralatan Darurat & Penanganan Tumpahan

Peralatan ini bersifat siaga dan digunakan ketika terjadi insiden atau keadaan darurat untuk meminimalkan dampak buruknya.

  • Safety Shower (Pancuran Keselamatan): Digunakan untuk membilas seluruh tubuh dengan cepat jika terjadi tumpahan bahan kimia berbahaya dalam jumlah besar.
  • Eyewash Station (Pencuci Mata): Alat yang wajib ada untuk membilas mata selama 15-20 menit jika terkena percikan bahan kimia. Kecepatan akses ke alat ini sangat vital.
  • Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Digunakan untuk memadamkan api kecil. Penting untuk mengetahui jenis APAR yang sesuai untuk tipe kebakaran (misalnya, api dari zat kimia, listrik, atau benda padat).
  • Fire Blanket (Selimut Api): Digunakan untuk memadamkan api pada tubuh seseorang atau api kecil pada permukaan meja.
  • Spill Kit (Kit Penanganan Tumpahan): Berisi bahan penyerap (absorben) dan alat pembersih untuk menangani tumpahan bahan kimia (asam, basa, atau pelarut organik) secara aman.

Peralatan Pendukung Keselamatan Lingkungan Kerja

Alat-alat ini merupakan bagian dari infrastruktur laboratorium yang dirancang untuk menjaga lingkungan kerja tetap aman secara keseluruhan.

  • Lemari Asam (Fume Hood): Merupakan sistem ventilasi lokal yang vital. Alat ini melindungi pengguna dari menghirup uap atau gas berbahaya yang dihasilkan selama reaksi kimia.
  • Lemari Penyimpanan Bahan Kimia: Lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan bahan kimia sesuai sifatnya (misalnya, kabinet tahan api untuk zat mudah terbakar atau kabinet anti-korosi untuk asam kuat).
  • Kotak P3K (First Aid Kit): Berisi perlengkapan medis dasar untuk menangani luka ringan seperti goresan atau luka bakar minor sebelum mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Menjawab Pertanyaan: Mana yang BUKAN Alat Keselamatan?

Setelah memahami berbagai jenis alat keselamatan kerja di laboratorium, kini kita bisa menjawab pertanyaan “kecuali”. Kunci untuk menjawabnya adalah dengan membedakan antara alat yang berfungsi untuk melindungi dan alat yang berfungsi untuk melakukan eksperimen.

Baca Juga:  Jam berapa sekarang di Lombok dan di Jakarta dan berapa jam perbedaan waktunya ?

Alat keselamatan dirancang untuk mencegah cedera atau menangani keadaan darurat. Sebaliknya, peralatan laboratorium umum (gelas kimia, instrumen pengukuran) digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan dari sebuah percobaan.

Membedakan Alat Eksperimen dengan Alat Keselamatan

Sangat penting untuk tidak mencampuradukkan kedua fungsi ini. Meskipun sama-sama berada di laboratorium, tujuan utama dari masing-masing alat sangatlah berbeda.

Contoh Peralatan Eksperimen (Bukan Alat Keselamatan)

Berikut adalah contoh peralatan yang sering ditemui di laboratorium namun bukan termasuk kategori alat keselamatan:

  • Gelas Beaker (Beaker Glass): Fungsinya untuk menampung, mencampur, dan memanaskan larutan. Alat ini tidak memberikan perlindungan.
  • Pipet Tetes atau Pipet Ukur: Fungsinya untuk memindahkan cairan dalam volume tertentu.
  • Mikroskop: Fungsinya untuk mengamati objek yang sangat kecil.
  • Timbangan Analitik: Fungsinya untuk mengukur massa suatu zat dengan presisi tinggi.
  • Pembakar Bunsen atau Spiritus: Fungsinya sebagai sumber panas untuk eksperimen. Justru alat ini adalah sumber bahaya (api) yang penanganannya memerlukan APAR atau fire blanket.
  • Labu Erlenmeyer: Fungsinya untuk titrasi atau menampung larutan.

Analisis Jebakan dalam Soal Pilihan Ganda

Dalam konteks soal “Berikut ini merupakan peralatan keselamatan dalam laboratorium, kecuali?”, pilihan jawaban yang benar (yang bukan alat keselamatan) hampir pasti adalah salah satu dari peralatan eksperimen di atas. Misalnya, jika pilihannya adalah (A) Kacamata Keselamatan, (B) APAR, (C) Safety Shower, dan (D) Gelas Beaker, maka jawaban yang tepat adalah (D) Gelas Beaker.

Prosedur Standar Penggunaan Alat Keselamatan

Memiliki alat keselamatan kerja di laboratorium yang lengkap tidak akan berarti jika tidak disertai dengan prosedur penggunaan yang benar. Setiap pengguna laboratorium wajib mengetahui lokasi, cara inspeksi rutin, dan cara penggunaan setiap alat. Pelatihan K3 secara berkala adalah kunci untuk memastikan semua orang siap menghadapi situasi darurat.

Baca Juga:  Kemasan yang tahan suhu tinggi umumnya terbuat dari...

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara alat eksperimen dan alat keselamatan kerja di laboratorium adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh siapa pun yang bekerja di lingkungan ini. Alat seperti jas lab, kacamata keselamatan, safety shower, dan APAR adalah benteng pertahanan kita terhadap potensi bahaya. Sementara itu, alat seperti gelas beaker, mikroskop, dan pipet adalah perkakas kita untuk melakukan penelitian.

Dengan memisahkan kedua fungsi ini secara jelas, kita tidak hanya dapat menjawab pertanyaan teoretis, tetapi yang lebih penting, kita dapat membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan. Ingatlah selalu, tidak ada eksperimen yang lebih berharga daripada nyawa dan kesehatan Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top