Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah ?
Jawaban 1 :
kktp merupakan standar yang di tetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran
Dijawab Oleh :
Arif Kuswandi, S.Pd.I
Jawaban 2 :
kktp merupakan standar yang di tetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran
Dijawab Oleh :
Aryani, S.Pd
Penjelasan :
Memahami Esensi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah serangkaian indikator atau kriteria spesifik yang digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai suatu Tujuan Pembelajaran (TP). KKTP berfungsi sebagai bukti-bukti yang dapat diamati dan diukur, yang menunjukkan penguasaan kompetensi oleh peserta didik.
Berbeda dengan KKM yang sering kali berupa angka tunggal, KKTP dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kemampuan peserta didik. Ia tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pemahaman dan keterampilan yang ditunjukkan. Dengan demikian, pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia merupakan jembatan antara tujuan pembelajaran yang abstrak dengan bukti konkret di lapangan.
Prinsip-Prinsip Fundamental dalam Penetapan KKTP
Untuk merumuskan KKTP yang efektif, pendidik perlu berpegang pada beberapa prinsip dasar. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa kriteria yang ditetapkan benar-benar relevan, adil, dan mendukung proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi alat penghakiman.
Fleksibel dan Kontekstual
Salah satu keunggulan utama KKTP adalah sifatnya yang fleksibel. Guru memiliki otonomi untuk menentukan kriteria yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik, materi ajar, sumber daya yang tersedia, dan konteks satuan pendidikan. Tidak ada format tunggal yang wajib diikuti.
KKTP dapat disesuaikan untuk mengakomodasi keragaman tingkat kemampuan dalam satu kelas. Hal ini sejalan dengan semangat pembelajaran berdiferensiasi, di mana setiap peserta didik didukung untuk bertumbuh sesuai dengan potensinya masing-masing.
Berpusat pada Peserta Didik (Student-Centered)
Prinsip ini menekankan bahwa KKTP harus dirumuskan dari sudut pandang apa yang bisa dilakukan, ditunjukkan, atau didemonstrasikan oleh peserta didik. Fokusnya adalah pada bukti pembelajaran yang nyata, bukan sekadar skor atau angka.
Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam KKTP harus operasional dan mudah dipahami, baik oleh guru, peserta didik, maupun orang tua. Ketika peserta didik memahami kriteria keberhasilan, mereka menjadi lebih berdaya dalam proses belajar mereka sendiri.
Objektif dan Terukur
Meskipun fleksibel, KKTP harus tetap objektif dan terukur. Artinya, kriteria yang ditetapkan harus jelas dan tidak ambigu, sehingga penilaian dapat dilakukan secara konsisten oleh guru yang berbeda atau pada waktu yang berbeda.
Keterukuran di sini tidak selalu berarti kuantitatif. Deskripsi kualitatif yang detail mengenai performa yang diharapkan juga merupakan bentuk pengukuran yang valid. Pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia harus mampu memberikan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan atas pencapaian kompetensi.
Pendekatan Praktis dalam Merumuskan KKTP
Pemerintah melalui Panduan Pembelajaran dan Asesmen memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk memilih pendekatan dalam merumuskan KKTP. Setidaknya ada tiga pendekatan utama yang dapat digunakan, yang dapat dipilih atau dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Tiga Pendekatan Utama
Memilih pendekatan yang tepat bergantung pada tujuan pembelajaran, kompleksitas materi, dan preferensi guru dalam memberikan umpan balik.
Pendekatan Deskriptif Kualitatif (Menggunakan Deskripsi Kriteria)
Pendekatan ini merupakan cara paling sederhana dan langsung. Guru mendeskripsikan secara jelas bukti-bukti atau ciri-ciri performa yang menunjukkan bahwa seorang peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.
- Contoh TP: Peserta didik mampu menulis sebuah paragraf deskriptif tentang hewan peliharaan.
- Contoh KKTP (Deskripsi Kriteria):
- Paragraf mengandung satu kalimat utama yang jelas.
- Terdapat minimal tiga kalimat pendukung yang relevan dan merinci ciri-ciri fisik atau perilaku hewan.
- Menggunakan kosakata yang bervariasi terkait deskripsi.
- Struktur kalimat dan penggunaan tanda baca sudah tepat.
Pendekatan ini sangat efektif untuk asesmen formatif karena memberikan umpan balik yang spesifik kepada peserta didik mengenai area yang sudah baik dan area yang perlu ditingkatkan.
Pendekatan Menggunakan Rubrik
Rubrik adalah alat penilaian yang lebih terstruktur. Ia terdiri dari serangkaian kriteria penilaian beserta deskripsi gradasi kualitas performa untuk setiap kriteria, mulai dari level ‘Baru Berkembang’ hingga ‘Sangat Mahir’.
- Contoh TP: Peserta didik mampu melakukan presentasi hasil riset sederhana secara efektif.
- Contoh KKTP (berbasis Rubrik pada kriteria ‘Konten Presentasi’):
- Baru Berkembang: Informasi yang disajikan kurang relevan dan tidak didukung data.
- Layak: Informasi yang disajikan cukup relevan, namun data pendukung masih minim.
- Cakap: Informasi yang disajikan relevan dan didukung oleh data yang akurat.
- Mahir: Informasi sangat relevan, mendalam, dan didukung oleh data yang kuat serta dianalisis dengan baik.
Rubrik sangat berguna untuk menilai tugas-tugas kompleks seperti proyek, esai, atau presentasi. Ia memberikan transparansi penilaian dan membantu peserta didik memahami ekspektasi secara detail. Dengan kata lain, pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah rubrik menjadi salah satu instrumen terbaik untuk menerjemahkannya.
Pendekatan Kuantitatif (Menggunakan Interval Nilai)
Pendekatan ini mirip dengan KKM, namun dengan modifikasi penting. Guru menentukan rentang nilai tertentu yang merepresentasikan tingkat ketercapaian yang berbeda. Pendekatan ini biasanya digunakan bersamaan dengan pendekatan deskriptif.
- Contoh TP: Peserta didik mampu menyelesaikan 10 soal perhitungan perkalian pecahan.
- Contoh KKTP (Interval Nilai):
- Belum Mencapai Tujuan: 0 – 69 (memerlukan intervensi remedial)
- Sudah Mencapai Tujuan: 70 – 100 (penguasaan dianggap tuntas)
Penting untuk dicatat bahwa meskipun menggunakan angka, esensinya harus tetap merujuk pada kompetensi. Angka tersebut harus memiliki makna kualitatif yang jelas. Guru harus bisa menjelaskan mengapa skor 70 dianggap sudah tuntas berdasarkan kriteria tertentu.
Jawaban Atas Pertanyaan: Pernyataan yang Benar Mengenai KKTP Adalah…
Setelah memahami esensi, prinsip, dan pendekatannya, kita dapat merangkum beberapa pernyataan kunci yang benar mengenai KKTP. Jika dihadapkan pada pertanyaan “Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah ?”, maka inilah jawaban yang paling komprehensif.
- KKTP adalah Indikator Operasional dari Tujuan Pembelajaran. Ia menerjemahkan TP yang cenderung umum menjadi bukti-bukti konkret yang dapat diamati dan dinilai. Tanpa KKTP, sebuah TP akan sulit untuk diukur ketercapaiannya.
- KKTP Tidak Harus Berupa Angka Tunggal. Ini adalah perbedaan mendasar dengan KKM. KKTP dapat berbentuk deskripsi kualitatif, rubrik penilaian, atau interval nilai yang disertai penjelasan, memberikan gambaran yang lebih kaya tentang kemampuan siswa.
- KKTP Ditetapkan oleh Pendidik dan Bersifat Fleksibel. Guru atau satuan pendidikan memiliki kewenangan penuh untuk merancang KKTP yang paling sesuai dengan konteks kelasnya. Tidak ada standar KKTP yang seragam secara nasional.
- KKTP Berfungsi sebagai Alat Umpan Balik dan Refleksi. Fungsi utamanya bukan untuk melabeli siswa ‘lulus’ atau ‘tidak lulus’, melainkan untuk memberikan umpan balik yang membangun. Berdasarkan KKTP, siswa tahu apa yang perlu mereka perbaiki, dan guru bisa merefleksikan efektivitas pengajarannya.
Dengan demikian, pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia merupakan alat asesmen yang dinamis, formatif, dan berpusat pada siswa yang dirancang untuk mendukung proses belajar, bukan sekadar mengukur hasil akhir.
Kesimpulan
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah pilar penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menandai pergeseran menuju penilaian yang lebih otentik dan bermakna. Ia membebaskan guru dari kekakuan angka tunggal KKM dan mendorong terciptanya proses evaluasi yang lebih dialogis dan mendukung pertumbuhan setiap peserta didik.
Pada akhirnya, pernyataan yang benar mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah bahwa ia bukan sekadar administrasi penilaian, melainkan sebuah filosofi. Sebuah filosofi yang meyakini bahwa setiap peserta didik memiliki jalur belajarnya sendiri, dan tugas pendidik adalah menyediakan peta (Tujuan Pembelajaran) serta rambu-rambu yang jelas (KKTP) untuk memandu mereka mencapai tujuan tersebut dengan sukses.
