Apa yang dimaksud islam rahmatan lil’alamin ?
Jawaban 1 :
Islam rahmatan lil’alamin artinya islam merupakan agama yang membawa rahmat, kenikmatan serta kesejahteraan bagi manusia dan seluruh alam semesta.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya’ ayat 107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِين
Artinya: “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107).
Dijawab Oleh :
Aryani, S.Pd
Jawaban 2 :
Islam rahmatan lil’alamin artinya islam merupakan agama yang membawa rahmat, kenikmatan serta kesejahteraan bagi manusia dan seluruh alam semesta.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya’ ayat 107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِين
Artinya: “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107).
Dijawab Oleh :
Arif Kuswandi, S.Pd.I
Penjelasan :
Membedah Makna: Apa Itu Rahmatan lil Alamin?
Secara harfiah, Rahmatan lil ‘Alamin berasal dari tiga kata dalam bahasa Arab: Rahmatan (rahmat, kasih sayang, anugerah, belas kasihan), li (untuk, bagi), dan ‘Alamin (seluruh alam semesta). Jika digabungkan, frasa ini memiliki arti “sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta”.
Konsep ini bersumber langsung dari Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Ayat ini menegaskan bahwa misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyebarkan kasih sayang dan kebaikan. Rahmat ini tidak eksklusif hanya untuk umat Islam, tetapi mencakup seluruh umat manusia, hewan, tumbuhan, dan bahkan benda-benda tak bernyawa di alam semesta ini.
Rahmatan lil Alamin Bukan Sekadar Konsep, Tapi Prinsip Universal
Memahami apa itu rahmatan lil alamin berarti menyadari bahwa ia bukanlah teori abstrak. Ia adalah prinsip fundamental yang menjadi dasar bagi seluruh ajaran Islam, yang termanifestasi dalam berbagai bentuk universal.
Rahmat untuk Seluruh Manusia
Rahmat Islam tidak dibatasi oleh sekat suku, ras, warna kulit, atau bahkan agama. Ia mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, seperti:
- Keadilan (
Al-'Adl): Islam memerintahkan umatnya untuk berlaku adil kepada siapa pun, bahkan kepada orang yang tidak disukai. - Kebaikan (
Al-Ihsan): Berbuat baik melebihi standar keadilan, memberikan lebih dari yang seharusnya dan menuntut kurang dari haknya. - Toleransi (
Tasamuh): Menghargai perbedaan dan keyakinan orang lain selama tidak mengganggu ketertiban umum. Prinsip “Lakum dinukum waliyadin” (bagimu agamamu, dan bagiku agamaku) menjadi landasannya.
Rahmat bagi Alam Semesta
Cakupan ‘alamin (seluruh alam) sangatlah luas. Ini berarti Islam menuntut umatnya untuk menjadi agen kebaikan tidak hanya bagi sesama manusia, tetapi juga bagi lingkungan. Manusia diposisikan sebagai khalifah (pengelola) di muka bumi, bukan perusak.
Prinsip ini melarang perbuatan merusak lingkungan, seperti menebang pohon tanpa alasan, menyiksa hewan, dan mencemari sumber air. Merawat alam adalah bagian dari iman, sebuah wujud nyata dari aplikasi rahmat bagi seluruh ciptaan Allah SWT.
Rahmat dalam Ilmu Pengetahuan dan Peradaban
Semangat rahmatan lil alamin juga mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Sejarah mencatat bagaimana peradaban Islam di masa keemasan melahirkan banyak ilmuwan yang karyanya bermanfaat bagi seluruh dunia hingga saat ini.
Penemuan di bidang kedokteran, matematika, astronomi, dan filsafat adalah bukti bahwa semangat menyebarkan rahmat dapat diwujudkan melalui pengembangan intelektual yang membawa maslahat bagi peradaban universal.
Manifestasi Rahmatan lil Alamin dalam Kehidupan
Setelah memahami definisinya, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana prinsip agung ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Manifestasinya dapat dilihat dari skala personal hingga skala yang lebih luas.
Dalam Interaksi Sosial
Pada level individu, seorang muslim yang memahami esensi rahmat akan menunjukkan perilaku yang mulia dalam interaksi sosialnya. Beberapa contohnya antara lain:
- Menghormati tetangga tanpa memandang latar belakang mereka.
- Bertutur kata yang lembut dan menghindari caci maki.
- Menolong siapa pun yang membutuhkan pertolongan.
- Menepati janji dan amanah yang diberikan.
- Menyebarkan senyum sebagai bentuk sedekah yang paling mudah.
Dalam Skala yang Lebih Luas
Prinsip rahmatan lil alamin juga menjadi landasan dalam membangun sistem masyarakat yang adil dan sejahtera.
Keadilan Ekonomi
Ajaran Islam mengenai ekonomi, seperti kewajiban zakat, anjuran infaq dan sedekah, serta larangan riba (bunga), bertujuan untuk menciptakan sirkulasi ekonomi yang adil. Sistem ini memastikan kekayaan tidak hanya menumpuk pada segelintir orang, tetapi juga dirasakan oleh kaum dhuafa, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalkan.
Penegakan Hukum yang Adil
Syariat Islam, jika dipahami secara komprehensif, bertujuan untuk melindungi lima hal pokok (maqashid syariah): agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu adalah wujud rahmat untuk memastikan ketertiban, keamanan, dan hak setiap individu terlindungi.
Menjawab Miskonsepsi Umum
Terkadang, konsep rahmatan lil alamin disalahartikan sebagai sikap pasif, lembek, atau membiarkan kemungkaran terjadi atas nama toleransi. Ini adalah pemahaman yang keliru.
Rahmat dalam Islam tidak berarti meniadakan ketegasan. Menegakkan kebenaran dan mencegah kezaliman (amar ma’ruf nahi munkar) juga merupakan bagian dari rahmat. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan masyarakat dari kerusakan yang lebih besar. Namun, semua itu harus dilakukan dengan cara yang bijaksana (hikmah), baik, dan tanpa melampaui batas, sesuai dengan koridor yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Kesimpulan
Pada akhirnya, memahami apa itu rahmatan lil alamin bukan sekadar mengetahui terjemahan harfiahnya. Ia adalah sebuah panggilan untuk menjadikan diri sebagai agen kebaikan, kasih sayang, dan keadilan di mana pun kita berada. Ia adalah inti dari risalah Islam yang universal, melintasi batas-batas geografis dan demografis.
Islam sebagai rahmat bagi semesta alam adalah sebuah visi besar yang menuntut setiap muslim untuk merefleksikan ajaran agamanya dalam bentuk tindakan nyata yang membawa manfaat bagi seluruh ciptaan. Dengan demikian, citra Islam yang damai, adil, dan penuh kasih sayang dapat dirasakan oleh seluruh dunia.
